Ponorogo (beritajatim.com) – Teror pencurian yang menghantui sekolah-sekolah di Ponorogo akhirnya dipatahkan. Komplotan maling lintas kabupaten yang membobol brankas dan menggondol uang ratusan juta rupiah itu berhasil ditangkap. Penangkapan 3 terduga pelaku, dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polres Ponorogo bersama Polres Madiun pada Kamis (26/2/2026) kemarin di wilayah Madiun.
Ketiganya berinisial END, UM dan BD. Mereka berasal dari kabupaten berbeda di Jawa Timur dan diduga merupakan komplotan spesialis pencurian sekolah lintas daerah. Wakapolres Ponorogo, Kompol Try Widyanto Fauzal, mengungkapkan penangkapan dilakukan sesaat setelah para pelaku beraksi di wilayah Madiun.
“Tiga terduga pelaku diamankan seusai beraksi di wilayah Madiun ketika akan menuju kos,” kata Kompol Try Widyanto Fauzal, Jumat (27/2/2026).
Dari 3 pelaku yang diamankan, satu orang akan menjalani proses hukum di wilayah Polres Madiun. Pasalnya, komplotan tersebut juga tercatat beraksi di SDN 2 Tiron, Madiun, dengan menggondol 12 unit Chromebook milik sekolah. Sementara dua pelaku lainnya diproses di Polres Ponorogo karena sejumlah aksi pencurian terjadi di beberapa sekolah di Bumi Reog tersebut.
Sekolah dengan kerugian terbesar terjadi di SMPN 1 Pulung, di mana pelaku membobol brankas dan membawa kabur uang sekitar Rp180 juta. Tak hanya itu, SDN 2 Maguwan di Kecamatan Sambit juga menjadi korban setelah tiga unit laptop dan uang sekitar Rp1 juta raib digondol pelaku. Aksi serupa terjadi di SMPN 1 Badegan dengan kerugian ditaksir jutaan rupiah.
[irp posts=”1480670″ ]
Ironisnya, di SDN Gundik, Slahung, pelaku hanya memperoleh uang tunai Rp20 ribu. Sementara di SMKN 2 Ponorogo, yang terjadi pada Minggu lalu, komplotan ini membobol brankas berisi Rp66 juta serta membawa dua hard disk yang tersimpan di ruang sekolah.
Kompol Try menegaskan, saat ini 2 terduga pelaku yang ditangani Polres Ponorogo masih menjalani pemeriksaan intensif. Hal itu dilakukam guna mendalami kemungkinan adanya TKP lain.
“Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua terduga pelaku untuk pengembangan lebih lanjut,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pengelola lembaga pendidikan. Sekolah yang menyimpan dana operasional maupun perangkat teknologi pembelajaran dinilai rawan menjadi sasaran. Polisi mengimbau pihak sekolah meningkatkan sistem keamanan, termasuk pengamanan brankas, pemasangan CCTV, serta koordinasi aktif dengan aparat kepolisian setempat. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya seperti dalam pelajaran sekolah dasar, tempat menyimpan uang dalam jumlah besar yang aman, ya di bank jawabannya. [end/aje]






