Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah lansia yang sedang sakit untuk memastikan efektivitas layanan kesehatan “Jemput Bola Rawat Warga” selama bulan Ramadan 1447 H. Peninjauan ini menyasar warga yang memiliki keterbatasan mobilitas agar tetap mendapatkan pemeriksaan medis rutin serta bantuan alat kesehatan secara langsung di tempat tinggal mereka.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kediaman Mbah Fatimah (75), warga Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, yang telah berjuang melawan penyakit stroke sejak tahun 2020. Lansia tersebut kini tinggal bersama putrinya, Isya, yang merupakan seorang penyandang disabilitas namun tetap aktif mengelola usaha mikro keripik tempe.
“Ibu bagaimana keadaannya, sudah dapat obat dari puskesmas?,” tanya Ipuk mengawali perbincangannya dengan Mbah Fatimah guna memvalidasi ketersediaan stok obat harian. Fatimah mengaku sering merasakan nyeri kaki pada malam hari, namun merasa terbantu karena petugas puskesmas rutin datang melakukan pemeriksaan dua kali dalam sepekan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ipuk secara simbolis menyerahkan bantuan kursi roda baru agar Fatimah tidak lagi perlu meminjam alat bantu jalan dari pihak lain. “Alhamdulillah, Bu. Sekarang sudah mendapat bantuan kursi roda, jadi tidak perlu pinjam lagi karena ini sudah menjadi milik Ibu,” ujar Ipuk kepada keluarga penerima manfaat tersebut.
Ipuk turut memberikan apresiasi tinggi kepada Isya yang tetap mandiri dan produktif menggerakkan ekonomi keluarga melalui penjualan aneka kue serta keripik tempe. Bupati menaruh perhatian khusus pada kemandirian Isya yang merupakan lulusan SMKN Kalibaru dalam menyambut pesanan kebutuhan hari raya Idulfitri.
“Alhamdulillah, tetap semangat dan mandiri. Ini luar biasa,” kata Ipuk saat memuji ketangguhan ekonomi keluarga tersebut di tengah keterbatasan fisik yang dialami. Kunjungan ke rumah lansia sakit merupakan bagian dari upaya sistematis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memantau kondisi kesehatan warga secara berkala.
Pemkab Banyuwangi mengandalkan program unggulan “Jemput Bola Rawat Warga” yang mewajibkan puskesmas aktif mendatangi rumah penduduk dengan keterbatasan akses fisik. Berdasarkan data operasional, tercatat sedikitnya 9.000 kunjungan petugas kesehatan dilakukan setiap tahunnya untuk menjangkau para lansia di seluruh pelosok desa.
“Layanan kesehatan terus kami dorong. Kami juga mengintensifkan pelayanan keliling agar warga tetap terlayani tanpa harus meninggalkan rumah,” tandas Ipuk. [alr/beq]






