Surabaya (beritajatim.com)- Tahukah kalian, madu dan habbatussauda termasuk bahan alami yang memiliki nilai
kesehatan sekaligus makna spiritual dalam Islam loh!
Selain dikenal dalam praktik pengobatan tradisional, madu dan habbatussauda juga disebut dalam ajaran agama sebagai anjuran untuk merawat kesehatan secara alami.
Madu memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan disebut dalam Al-Qur’an
sebagai minuman yang mengandung penyembuh.
Dalam teladan Nabi Muhammad,
madu juga termasuk makanan yang dianjurkan dan dikenal sebagai salah satu yang beliau sukai.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kesembuhan terdapat dalam tiga hal, salah satunya adalah madu. Beliau juga bersabda,
“Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh: madu dan Al-Qur’an.”
Secara ilmiah, madu mengandung enzim alami yang membantu pencernaan dan
mengurangi kembung. Kandungan glukosa dan fruktosa di dalamnya memberikan
energi yang cepat diserap sekaligus bertahan lebih lama.
Selain itu, madu memiliki sifat antibakteri dan antivirus alami yang membantu melindungi tubuh dari berbagai
gangguan kesehatan.
Selain madu, habbatussauda atau jintan hitam (Nigella sativa) juga menempati
posisi penting dalam tradisi Islam. Herbal yang telah digunakan selama
lebih dari dua ribu tahun ini dikenal sebagai habbatul barakah atau biji yang diberkati.
Dalam hadis, Rasulullah memberikan penegasan kuat mengenai keutamaannya dengan sabda, “Gunakanlah biji hitam ini, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat untuk segala penyakit kecuali As-Sam (kematian).”
Penelitian menemukan bahwa habbatussauda mengandung senyawa aktif Utama bernama thymoquinone. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta
berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Sejumlah studi juga menunjukkan potensinya dalam membantu mengontrol kadar gula darah pada diabetes tipe 2, memperbaiki gejala asma, serta menunjukkan aktivitas yang dapat menekan pertumbuhan sel tumor dalam penelitian laboratorium.
Kombinasi madu dan habbatussauda sering dimanfaatkan sebagai bagian dari pola
hidup sehat, termasuk selama Ramadan. Madu membantu menyediakan energi
alami, sementara habbatussauda mendukung daya tahan tubuh saat pola makan berubah selama berpuasa.
Dengan landasan ajaran agama dan dukungan penelitian ilmiah, madu dan
habbatussauda tetap dipandang sebagai dua bahan alami untuk menjaga
kesehatan. Bagi umat Muslim, penggunaannya tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai bentuk mengikuti sunnah dalam merawat
tubuh sebagai amanah. [Meychel Salsabyla]






