Surabaya (beritajatim.com)- Ketika waktu berbuka puasa tiba, banyak orang yang merasa ingin balas dendam' setelah seharian berpuasa, dan umumnya segelas es teh manis atau es buah menjadi pilihan favorit.
Sensasi dingin yang menyegarkan tenggorokan seolah menjadi hadiah istimewa setelah berjam-jam menahan dahaga.
Namun, dibalik kesegaran ini, ada perdebatan lama yang sering muncul: apakah minum es langsung saat perut kosong berbahaya pada kesehatan?
Banyak orang percaya bahwa suhu rendah dari es dapat mengganggu organ dalam, sementara yang lain melihatnya sebagai hal biasa. Saat berpuasa, suhu tubuh umumnya tetap stabil, tetapi perut dalam keadaan kosong dan lebih sensitif. Ini sering menyebabkan perasaan kembung, tidak nyaman, atau bahkan kram perut sesaat setelah berbuka. Maka, bahayanya bukan terletak pada es itu sendiri dalam
jangka panjang, melainkan pada efek mendadak yang ditimbulkannya pada system pencernaan yang sedang beristirahat.
Selain masalah pencernaan, mengonsumsi es saat berbuka juga dapat menimbulkan rasa kenyang yang tidak sebenarnya. Suhu dingin memberikan sinyal kenyang ke otak lebih cepat, sehingga hasrat untuk mendapatkan makanan bergizi saat makan utama menjadi berkurang.
Setelah seharian berpuasa, tubuh sangat memerlukan asupan nutrisi mengembalikan energi.
Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak es di awal, resiko merasa lemas di malam hari atau saat tarawih akan meningkat karena kurangnya asupan makanan padat yang diperlukan tubuh.
Namun, masalah utama sebenarnya bukan hanya suhu dinginnya, tetapi juga kandungan gula yang terdapat dalam minuman es tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan dampak suhu dingin es dan dampak kandungan gula di dalamnya untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.
Sebagai solusi terbaik, para ahli kesehatan merekomendasikan untuk memulai berbuka dengan segelas air putih yang tidak dingin atau air hangat.
Air hangat dapat membantu membangunkan sistem pencernaan secara lembut dan memperlancar sirkulasi darah di area perut. Setelah perut merasa lebih baik dan sudah terisi sedikit makanan ringan seperti kurma, barulah Anda dapat menikmati minuman dingin dengan jumlah yang wajar.
Dengan cara ini, Anda tetap bisa merasakan kesegaran yang diinginkan tanpa harus mengorbankan kenyamanan perut atau kesehatan jangka panjang.
Kesimpulannya, mengkonsumsi es saat berbuka puasa tidaklah dilarang secara medis, tetapi perlu dilakukan dengan perhatian terhadap waktu.
Risiko yang muncul umumnya bersifat
sementara, seperti masalah pencernaan ringan atau tenggorokan yang sakit ketika tubuh dalam keadaan kurang sehat. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan; jangan menjadikan air
es sebagai satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa haus terlalu berlebihan di awal waktu
berbuka.
Dengan memperhatikan sinyal dari tubuh dan mengutamakan air mineral, pengalaman berpuasa Anda akan tetap menyenangkan tanpa masalah kesehatan yang di khawatirkan. [Nickma Tsany Byan Leonartha]






