Ngawi (beritajatim.com) – Dua bocah berusia 5 tahun dan 7 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026) sore.
Peristiwa bermula saat kedua anak tersebut bermain mobil-mobilan truk sejak sekitar pukul 10.00 WIB di sekitar rumah mereka. Hingga menjelang sore, keduanya tak kunjung pulang. Orang tua yang khawatir kemudian berupaya mencari keberadaan anak-anak tersebut dan meminta bantuan warga sekitar.
Pencarian mengarah ke tepi sungai setelah warga menemukan sandal serta mainan truk milik korban berada di pinggir aliran sungai. Tak lama kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, korban pertama, sebut saja AHR (5), ditemukan dalam kondisi mengambang. Jasadnya dievakuasi ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi sungai.
Sekitar 30 menit berselang, korban kedua, sebut saja MIGNP (7), ditemukan di kedalaman kurang lebih 1,5 meter dari titik awal penemuan korban pertama. Jenazah korban kedua juga langsung dibawa ke rumah duka yang lokasinya berdekatan.
Suasana duka menyelimuti keluarga kedua korban. Orang tua masing-masing tak kuasa menahan tangis saat mengetahui anak mereka telah meninggal dunia.
Salah seorang warga, Bambang Sulistyo, mengatakan pencarian dilakukan setelah anak-anak tersebut tak pulang sejak pagi. “Warga membantu mencari sampai ke sungai dan menemukan sandal serta mainan truk. Korban pertama ditemukan mengambang, kemudian korban kedua di kedalaman,” ujarnya.
Kepala Desa Ngale, Yan Teguh Wibisono, menyebut warga bergerak cepat begitu mengetahui kedua anak tidak berada di sekitar rumah. “Setelah dilakukan pencarian, keduanya ditemukan sudah meninggal dunia di sungai,” katanya.
Kapolsek Paron AKP Muh. Nur Haris menambahkan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, kedua bocah terpeleset saat bermain di tepi sungai hingga akhirnya tenggelam.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya. [fiq/kun]






