Lamongan (beritajatim.com) – Muhammad Hariz Izzuddin, pemuda asal Lamongan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 2 kategori House Technology Innovation-Established Business dalam ajang BTN Housing Preneur. Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui perusahaannya, PT Hayago Robotika Indonesia (AITOMA), pada puncak perayaan HUT ke-76 BTN di Jakarta.
AITOMA berhasil menyisihkan ribuan kompetitor setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan total 1.170 proposal inovasi dari seluruh penjuru Indonesia. Dari ribuan peserta tersebut, hanya 58 inovator terbaik yang terpilih melaju ke tahap akhir untuk mempresentasikan solusi teknologi hunian masa depan.
Fokus utama yang diusung oleh Hariz dan timnya adalah Smart Home Energy Solution, sebuah sistem pengelolaan listrik berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang secara spesifik untuk memantau konsumsi listrik secara real-time sekaligus mengidentifikasi perangkat elektronik yang boros energi.
Teknologi ini juga mampu memprediksi potensi lonjakan tagihan bulanan sebelum tagihan tersebut benar-benar membengkak di akhir bulan. CEO AITOMA, Hariz Izzuddin, menjelaskan bahwa sistem kecerdasan buatan mereka dapat memberikan penghematan energi yang sangat signifikan bagi penghuni rumah.
“Sebagian besar pemborosan listrik terjadi tanpa disadari. Kami ingin listrik bukan hanya menjadi beban biaya bulanan, tetapi sesuatu yang bisa dikelola secara cerdas. Dengan sistem kami, potensi penghematan bahkan bisa mencapai hingga 40 persen,” ujar Hariz, Rabu (18/2/2026).
Ekosistem teknologi yang dikembangkan AITOMA ini terdiri dari dua perangkat inti yang saling terintegrasi melalui jaringan cloud. Perangkat pertama berupa stopkontak pintar yang mampu memantau konsumsi listrik secara individu pada perangkat berat seperti AC, kulkas, hingga pompa air.
Perangkat kedua adalah sensor panel listrik yang berfungsi untuk memonitor penggunaan energi dalam skala satu rumah utuh maupun kawasan perumahan multi-unit. Seluruh data tersebut kemudian diolah oleh analitik AI untuk memberikan gambaran pola konsumsi harian dan bulanan kepada pengguna melalui aplikasi ponsel.
“Seluruh data dikirim ke aplikasi berbasis cloud yang dilengkapi analitik AI. Pengguna dapat melihat pola konsumsi harian, bulanan, hingga proyeksi biaya listrik ke depan. Sistem ini juga dirancang non-intrusive, mudah dipasang, dan fleksibel diterapkan mulai dari satu rumah hingga kawasan perumahan,” jelas Hariz lebih lanjut.
Prestasi di ajang nasional ini dipandang sebagai validasi penting bagi para inovator muda dari daerah agar berani bersaing di level tertinggi. Hariz berharap solusi teknologi yang ia ciptakan dapat menjadi bagian integral dari transformasi hunian pintar yang lebih efisien di seluruh Indonesia.
“Kami ingin AITOMA menjadi bagian dari transformasi smart housing di Indonesia. Hunian masa depan bukan hanya soal bangunan, tetapi bagaimana energi di dalamnya dikelola secara cerdas dan efisien,” ucapnya penuh optimisme. [fak/beq]






