Surabaya (beritajatim.com) – Doktor Teknik Elektro ITS, Gede Aditra Pradnyana, mengembangkan sistem kecerdasan buatan bernama DeXMAG. Inovasi ini mampu mendeteksi gejala depresi pengguna melalui pola unggahan di media sosial secara akurat dan cepat.
Pengembangan sistem ini merespons tingginya kasus bunuh diri akibat depresi yang kerap tidak terdeteksi. Gede menilai banyak individu lebih memilih mencurahkan kegelisahan di ranah digital ketimbang berkonsultasi dengan tenaga profesional.
DeXMAG bekerja dengan menganalisis jejak digital secara non-intrusif. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi multimodal deep learning yang menggabungkan analisis teks serta gambar dari riwayat aktivitas pengguna di platform daring.
“Pendekatan ini tidak hanya memerlukan sensor fisiologis, tapi juga memanfaatkan pola ekspresi multimodal sebagai indikator awal,” ujar Adit, Rabu (18/2/2026).
Arsitektur model ini mengidentifikasi modalitas konten menggunakan RoBERTa dan VGG-16. Proses identifikasi tersebut diperkuat dengan klasifikasi kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) guna meningkatkan akurasi deteksi kesehatan mental. “Pendekatan ini memanfaatkan pola ekspresi multimodal sebagai indikator awal,” jelas Adit.
Ia menambahkan bahwa setiap sinyal linguistik dan visual memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja prediktif sistem tersebut.
Hasil pemrosesan data menampilkan delapan sifat kepribadian dalam bentuk diagram radar. Indikator seperti introversion, feeling, hingga thinking dipetakan untuk melihat kerentanan pengguna terhadap gangguan depresi secara personal.
Inovasi ini diposisikan sebagai pelengkap asesmen klinis konvensional dan alat intervensi mandiri. Integrasi AI dalam kesehatan mental diharapkan mampu menekan angka depresi melalui pemantauan jejak digital yang berkelanjutan. [ipl/kun]






