Surabaya (beritajatim.com) — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mulai membangkitkan kembali mental dan performa para pemainnya jelang laga tandang melawan Persijap Jepara, Jumat (21/2/2026).
Upaya ini dilakukan setelah Bajol Ijo menelan kekalahan dari Bhayangkara FC pada Sabtu (14/2/2026).
Pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya respons cepat tim untuk kembali ke performa terbaik. Menurutnya, kekalahan harus dijadikan pemantik motivasi agar Persebaya tampil lebih solid pada pertandingan berikutnya.
“Jangan lupa, tim yang baru kalah telak akan memotivasi pemainnya 200 persen untuk bangkit. Mereka pasti akan menganalisis kita. Kita harus punya motivasi yang sama tingginya karena kita juga kalah di kandang,” ujar Tavares, Senin (17/2/2026).
Laga kontra Persijap Jepara menjadi ujian kebangkitan Persebaya setelah rekor tak terkalahkan mereka terhenti. Fokus kini diarahkan ke pertandingan tandang menghadapi tim tuan rumah yang sedang berjuang keluar dari papan bawah klasemen.
Persijap sendiri baru saja menelan kekalahan telak 0-4 dari Malut United, yang membuat motivasi mereka untuk bangkit dipastikan juga tinggi. Situasi ini diantisipasi Persebaya dengan persiapan yang lebih matang.
Tavares sebelumnya telah menyiratkan evaluasi menyeluruh usai laga melawan Bhayangkara FC. Ia menekankan pentingnya analisis permainan, pemulihan kondisi pemain, serta peningkatan efektivitas di lapangan.
“Analisa permainan, pemulihan yang baik, dan coba untuk lebih baik di pertandingan berikutnya,” kata Tavares.
Saat ini, Persijap Jepara masih terpuruk di papan bawah klasemen dengan koleksi 15 poin dan berada di posisi ke-17. Sementara Persebaya Surabaya menempati peringkat kelima dengan raihan 35 poin di klasemen sementara Super League. Dengan misi kebangkitan, Bajol Ijo bertekad membawa pulang hasil positif dari Jepara. (ted)






