Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai memetakan solusi jangka panjang untuk mengatasi degradasi lahan dan penumpukan limbah di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan melalui diskusi terarah guna menyerap aspirasi publik demi terciptanya kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Fokus utama pembangunan hijau kedepan diarahkan pada sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah agar penanganan isu lingkungan tidak tumpang tindih. Seluruh elemen pemangku kepentingan diajak untuk merumuskan aksi nyata yang dapat langsung menyentuh persoalan di tingkat desa maupun kota.
“Persoalan lingkungan dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat jika tidak segera ditangani secara tepat,” tegas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad.
Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi hingga pelaku usaha untuk mendukung infrastruktur hijau. Model kerja sama terpadu dinilai menjadi kunci utama agar beban pengelolaan limbah domestik tidak hanya bertumpu pada satu instansi saja.
Masyarakat diharapkan mulai meningkatkan kesadaran dalam memilah sampah rumah tangga sebagai langkah awal menjaga kebersihan ekosistem. Selain itu, keterlibatan aktif organisasi non-pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan teknis terkait pemulihan lahan yang kian kritis.
“Masyarakat harus menjadi ujung tombak pemilahan sampah dari sumbernya, sementara dunia usaha mendukung melalui program tanggung jawab sosial,” ujar Syaifudin.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan menyatakan bahwa seluruh masukan dari hasil forum ini akan menjadi dasar penyusunan anggaran tahun mendatang. Penggalian informasi dari bawah dianggap krusial agar program yang diluncurkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Proses perencanaan yang transparan dan partisipatif diharapkan mampu menghasilkan inovasi dalam pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan strategi yang matang, Pemkab Pasuruan optimis target perbaikan kualitas lingkungan hidup pada tahun 2027 dapat tercapai secara maksimal.
“Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan masukan dari stakeholder guna menyusun perencanaan yang tepat sasaran di tahun 2027,” pungkas Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis. [ada/aje]






