Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan mencatatkan performa keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan mengumpulkan pendapatan mencapai Rp 851.297.000. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata daerah hampir memenuhi target yang ditetapkan, meski masih terdapat selisih tipis sekitar lima persen dari angka sembilan ratus juta rupiah.
Keberhasilan ini didominasi oleh arus kunjungan wisatawan yang membanjiri tiga destinasi unggulan milik pemerintah daerah di wilayah Pasuruan. Dari ketiga lokasi tersebut, satu objek wisata air dilaporkan tampil sangat menonjol dan memberikan kontribusi yang melampaui estimasi awal tahun.
“Kalau melihat data, sebenarnya Banyubiru sudah over target dan capaiannya luar biasa,” ujar Kabid Destinasi dan Industri Wisata Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Nusantoro.
Pemandian Alam Banyubiru masih memegang predikat sebagai primadona bagi pelancong lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati kejernihan air pegunungan. Sementara itu, dua titik lainnya yakni Ranu Grati dan Pos Pantau Baledono di Tosari diakui masih memerlukan dorongan ekstra untuk meningkatkan angka kunjungan.
Pihak dinas menyebutkan bahwa fluktuasi minat wisatawan di titik-titik tertentu menjadi faktor utama belum tercapainya target secara sempurna seratus persen. Upaya pembenahan manajemen retribusi kini sedang digalakkan agar kebocoran pendapatan dapat diminimalisir dan pencatatan menjadi lebih tertib.
“Di Ranu Grati dan Baledono, kami terus berupaya melakukan pembenahan baik dari sisi daya tarik maupun manajemen,” tambah Nusantoro.
Merespons rapor akhir tahun tersebut, pemerintah daerah berencana meluncurkan sejumlah inovasi kegiatan untuk menghidupkan kembali pesona Ranu Grati. Optimalisasi fasilitas pendukung juga menjadi prioritas agar destinasi di wilayah timur dan selatan Pasuruan tersebut memiliki daya saing yang setara.
Disbudpar optimis bahwa dengan evaluasi yang matang, target pendapatan pada tahun berjalan ini akan mampu terlampaui dengan margin yang lebih lebar. Sinergi antara peningkatan layanan dan promosi digital diharapkan dapat mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan. [ada/aje]






