Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) yang dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda Banyuwangi, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, para Kepala OPD, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Ipuk mengatakan, HLM digelar sebagai langkah antisipatif mengingat setiap Ramadan biasanya terjadi peningkatan harga, terutama pada kebutuhan bahan pokok.
“Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah dalam menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Ipuk, Selasa (11/2/2026).
Menurutnya, Pemkab Banyuwangi bersama TPID harus konsisten menjalankan strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, Ipuk meminta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan berkolaborasi dengan Bulog, Perpadi, dan Bank Indonesia Jember dalam menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif. Selain itu, optimalisasi 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi) juga terus didorong.
“Pelaksanaan pasar murah bisa menjaga daya beli sekaligus memangkas jalur distribusi, dengan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta melakukan pengawasan ketat terhadap stok bahan pangan, khususnya daging dan telur ayam ras, guna mencegah lonjakan harga selama Ramadan.
“Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi dari sisi hulu. Kita harus memastikan surplus produksi dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” tegas Ipuk. [ayu/but]






