Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui permasalahan di masyarakat dan memberikan solusinya. Salah satunya saat Ipuk menyambangi Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari.
Di lokasi tersebut, selain menyerahkan bantuan mesin kapal dan alat tangkap ikan bagi nelayan, Ipuk juga berdialog langsung bersama nelayan, mendengar curahan mereka mulai dari keselamatan kerja hingga pengembangan potensi wisata bahari.
Seperti diutarakan perwakilan kelompok nelayan ban, M. Multazam. Sehari-hari mereka mengandalkan ban bekas yang dimodifikasi menjadi perahu untuk mencari ikan.
Karena tenaganya masih manual, tantangan mereka muncul saat cuaca tidak bersahabat. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang pernah digulung ombak.
“Di sini kami membutuhkan bantuan life jacket (baju pelampung) untuk berjaga-jaga saat cuaca memburuk,” kata Multazam kepada Ipuk.
Ia juga mengungkapkan, nelayan ban kesehariannya memburu ikan ekspor. Namun, saat ikan ekspor tidak musim, penghasilan menurun drastis. Bahkan, kata Multazam, sekadar memperoleh dua puluh ribu rupiah sehari saja sangat sulit.
“Mungkin jika ada, kami juga dibantu perahu fiber, sehingga jangkauan kami mencari ikan lebih jauh. Kami pastikan akan kami rawat dan kami jaga sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Nelayan Misno dari Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Desa Bomo menyampaikan, kelompoknya kini tengah merintis wisata bahari berbasis konservasi dan perlindungan ekosistem laut di Pantai Indah Kedunen (PIK).
“Di sini kami berharap ada semacam pelatihan dan wadah pengembangan, agar hasil dari pelatihan ini bisa meningkatkan taraf hidup warga pesisir di sini,” kata Misno.
Aspirasi lain juga datang dari Slamet Santoso, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Sobo Wonosari, yang membutuhkan sarana wisata laut bagi pengunjung.
“Kami mohon dukungan perahu untuk kapal wisata, supaya fasilitas melaut dan wisata di pantai yang kami kelola bisa berjalan,” tuturnya.
Menanggapi permintaan nelayan, Bupati Ipuk mengatakan telah meminta dinas terkait mulai Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan agar menindaklanjuti permintaan mereka.
“Kami dari Pemkab siap memfasilitasi pelatihan hingga perizinan, alat usaha, bahkan branding produk bapak-bapak dan ibu-ibu nelayan. Saya juga minta lokasi wisata di sini harus dipastikan layak, bersih, dan nyaman untuk wisatawan. Saya lihat di sini bersih, nyaman, dan banyak pepohonannya,” ujarnya.
Ipuk juga mengupayakan tambahan bantuan life jacket untuk nelayan serta mengusahakan bantuan kapal fiber dengan mengusulkannya kepada pemerintah pusat untuk nelayan Banyuwangi. “Insya Allah semua kami upayakan. Saya juga titip agar setiap bantuan dimanfaatkan maksimal dan dirawat dengan baik,” jelas Ipuk. [kun]






