Tuban (beritajatim.com) – Wiwit Endra Setjoweni resmi menjabat sebagai Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Tuban periode 2026-2030 setelah dilantik di Gedung Lithang Kelenteng Kwan Sing Bio. Pelantikan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) ini menjadi tonggak baru kepemimpinan perempuan dalam organisasi keagamaan Khonghucu di wilayah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum hingga Kepala Kesbangpol Tuban Yudi Irwanto. Hadir pula Ketua Umum Matakin Budi Santoso Tanuwibowo dan Dewan Penasihat Alim Sugiantoro untuk memberikan dukungan langsung bagi pengurus baru.
Ketua Umum Matakin, Budi Santoso Tanuwibowo, menegaskan bahwa proses pemilihan kepengurusan Makin Tuban sepenuhnya merupakan hak kedaulatan umat Khonghucu setempat. Pihak pusat segera mengesahkan susunan pengurus tersebut setelah dipastikan tidak ada keberatan atau komplain dari jemaat di daerah.
“Setelah dilakukan pemilihan itu langsung diajukan Matakin pusat. Kalau tidak ada keluhan dan komplain baru kita sahkan,” ungkap Budi Santoso Tanuwibowo di sela-sela acara.
Budi menekankan bahwa tugas utama pengurus Makin adalah mendidik serta membina umat agar senantiasa menghayati dua belas nilai utama ajaran Khonghucu. Nilai-nilai seperti berbakti, rendah hati, dan tulus ikhlas diharapkan menjadi dasar perilaku jemaat dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Nilai-nilai ini harus diwujudkan dalam kehidupan nyata,” harap Budi saat memaparkan ekspektasi pusat terhadap peran kepemimpinan Wiwit di Bumi Wali.
Sementara itu, Wiwit Endra Setyoweni menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat organisasi dengan mengedepankan aspek pelayanan kepada seluruh umat. Fokus utamanya adalah menjaga harmoni serta mempererat tali persaudaraan di internal organisasi maupun dengan elemen masyarakat lainnya.
“Kita berkomitmen melakukan pembinaan dan menjalankan organisasi ini agar terwujudnya kerukunan umat Khonghucu di Kabupaten Tuban,” ujar Wiwit sesaat setelah resmi dilantik.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Wiwit akan segera berkoordinasi dengan dewan penasihat dan seluruh elemen umat untuk menyusun rencana kerja strategis. Program terdekat yang telah direncanakan oleh jajaran pengurus baru adalah aksi sosial berupa kegiatan penanaman pohon di wilayah Tuban.
Dewan Penasihat Alim Sugiantoro turut memberikan klarifikasi mengenai status pelantikan ini di tengah dinamika internal Kelenteng Kwan Sing Bio. Ia menegaskan bahwa agenda ini murni merupakan urusan organisasional umat Khonghucu dan tidak bersinggungan dengan urusan kepengurusan kelenteng secara umum.
“Di Kelenteng ini kan ada Konghucu dan Budha, ada Tao, yang jelas dua itu Konghucu dan Budha. Untuk pelantikan ini umat Konghucu, jadi bukan kaitannya pelantikan pengurus Kelenteng bukan,” tutup Alim Sugiantoro memberikan penegasan. [dya/beq]






