Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan program UNESA International Community Development (UICD) 2026 di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada 5-7 Februari 2026. Kegiatan yang didanai melalui skema EQUITY dari LPDP ini merupakan implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDGs) melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Ketua Penyelenggara UICD, Dr. Mufarrihul Hazin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan pendampingan aplikatif bagi warga lereng Gunung Ijen tersebut. Fokus utama kegiatan meliputi pengelolaan pertanian dan peternakan berkelanjutan serta pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna.
“Melalui berbagai pelatihan aplikatif, masyarakat mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan pertanian dan peternakan berkelanjutan, pengolahan limbah ternak menjadi kompos, serta penguatan rantai pasok hasil pertanian,” ungkap Farih yang juga menjabat Kepala Pusbangdesda UNESA.
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan lokal guna mendukung pencapaian SDGs 2 (Tanpa Kelaparan). Penguatan sistem pangan berkelanjutan di Desa Kalianyar diharapkan menjadi fondasi ekonomi yang kuat bagi para petani setempat.
Selain sektor pangan, UICD 2026 fokus pada pemberdayaan ekonomi sebagai strategi utama penurunan angka kemiskinan di wilayah pedesaan. Pelaku UMKM dan pemuda desa mendapatkan pelatihan kewirausahaan serta pendampingan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Pendekatan ini berkontribusi langsung terhadap SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang usaha baru yang relevan dengan tren pasar modern. Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar produk hasil bumi dan kerajinan Bondowoso memiliki nilai tambah di pasar nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, hadir membuka kegiatan dan menegaskan pentingnya orientasi kapasitas masyarakat. Ia menyatakan bahwa kemandirian ekonomi rakyat hanya bisa tercapai melalui keterampilan yang terasah dan akses pasar yang luas.
“Pemberdayaan masyarakat tidak cukup dengan bantuan sesaat, tetapi harus melalui penguatan keterampilan, akses pasar, dan pengelolaan potensi lokal,” ujar Muhaimin Iskandar dalam sambutannya.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center UNESA, Bambang Sigit Widodo, menekankan bahwa program ini dirancang secara berkelanjutan. UNESA berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Desa Kalianyar melalui model penguatan yang lebih intensif pada masa mendatang.
“UNESA berkomitmen menjaga sustainability program ini. Kegiatan ini tidak berhenti tahun ini, tetapi akan berlanjut dengan model pendampingan yang lebih kuat,” tegas Bambang Sigit Widodo.
UICD 2026 kini menjadi model praktik baik implementasi SDGs 1, 2, 5, dan 8 di tingkat perdesaan Jawa Timur. Program ini mempertegas peran UNESA sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. [tok/beq]






