Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Muhammad Kamali (61) sumringah saat mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Warga asal Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan itu sangat bahagia setelah 20 tahun berprofesi sebagai pengayuh becak konvensional.
Kamali, nama panggilannya, yang sehari-hari mangkal di Pasar Duduksampeyan, sangat terbantu dengan adanya bantuan becak listrik. Di usianya yang sudah lanjut, dirinya tetap menjalani profesi tersebut demi membiayai putrinya yang menempuh pendidikan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), jurusan akuntansi.
“Anak saya ada tiga, dua perempuan dan satu laki-laki. Yang pertama perempuan sudah berumah tangga. Kemudian perempuan kuliah di UTM, dan laki-laki baru lulus SMK,” ujarnya kepada beritajatim.com, Rabu (4/2/2026).
Dirinya bercerita, di tengah era modern serta serba digitalisasi, pelanggannya harus bersaing dengan ojek online. Saat ramai, ia bisa mendapatkan Rp100 ribu per hari. Sementara saat sepi, hanya memperoleh Rp20 ribu. Uang hasil jerih payah itu disisihkan untuk membayar kuliah anak perempuannya yang menempuh pendidikan di UTM.
Setelah 20 tahun menjalani profesi sebagai pengayuh becak, Kamali bersyukur karena dari sekian ratus orang, dirinya mendapat bantuan becak listrik bersama lima rekannya.
“Alhamdulillah, saya seperti bermimpi, tak menyangka mendapat bantuan becak listrik sewaktu diberi tahu oleh perangkat desa kami,” ungkapnya.
Sebelum mendapat bantuan, Kamali bersama 200 pengemudi becak listrik lainnya diberi pelatihan singkat mengenai cara mengoperasikan becak listrik.
“Sudah diajari cara menyalakan. Sebelum penumpang naik, dikontak lebih dulu. Setelah itu digas pelan di pegangan sebelah kanan lalu berjalan. Yang harus diperhatikan, di-charge dulu selama empat jam. Enaknya becak ini tidak harus dikayuh dan bisa mencapai batas maksimal 14 kilometer,” tutur Kamali.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat kecil. Menurutnya, bantuan becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apa yang dilakukan Bapak Presiden merupakan tindakan yang sangat mulia. Ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang,” urainya.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap becak listrik dilengkapi dengan garansi selama satu tahun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyiapkan fasilitas stasiun pengisian daya yang akan disebar di beberapa titik untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.
“Kami berharap program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata, dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Firman Dahlan, menjelaskan program bantuan becak listrik ini sejatinya telah dirancang jauh hari. Program tersebut bahkan telah disiapkan sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para pengemudi becak lansia yang hingga kini masih bertahan di profesinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Mengayuh becak manual tentu sangat berat bagi mereka yang usianya sudah di atas 55 tahun. Melalui bantuan ini, Bapak Presiden ingin menghadirkan kemudahan dan perhatian agar para lansia tetap bisa bekerja, tetap bersemangat mencari penghasilan, tetap bermartabat, serta mampu bersaing dengan moda transportasi modern,” pungkasnya. [adv/dny]






