Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Blok Watu Ondo, Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Senin (2/2/2026) pagi. Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu pertema kali ditemukan petugas Tahura Raden Soerjo.
Petugas Tahura Raden Soerjo, Sukamto mengungkapkan dirinya pertama kali menemukan tas mencurigakan tersebut saat melakukan pengecekan rutin saluran irigasi sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat dengan panjang sekitar 50 sentimeter tersebut ditemukan di aliran saluran irigasi dalam kondisi dimasukkan ke dalam tas ransel berwarna hitam.
“Saat saya mengecek saluran irigasi sekitar pukul 09.30 WIB, saya melihat ada tas warna hitam tersangkut di pipa saluran air. Dari situ saya mulai curiga karena lokasi itu memang sering digunakan sebagai tempat pembuangan mayat. Selain itu, dari dalam tas juga tercium bau,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).
Kecurigaan Sukamto semakin kuat setelah mencium bau menyengat dari dalam tas tersebut. Ia kemudian memanggil dua orang untuk menjadi saksi sebelum tas dibuka. Sukamto menjelaskan, lokasi penemuan mayat bayi berada sekitar 300 meter dari jalur wisata Cangar–Pacet. Posisi tas saat ditemukan tersangkut di pipa saluran air.
“Saat tas dibuka, awalnya terlihat kepala dan tangan bayi. Bayi sudah berbentuk, saya tidak tahu pasti usianya, tapi sepertinya baru lahir karena tali pusarnya masih ada. Setelah benar itu isu mayat bayi, saya kemudian melaporkan penemuan ini ke Kepala Resort kemudian diteruskan ke pihak kepolisian,” katanya.
Setelah memastikan isi tas tersebut merupakan mayat bayi, Sukamto segera melaporkan kejadian itu kepada Kepala Resort Tahura Raden Soerjo dan pihak kepolisian. Selain menemukan tas berisi mayat bayi, Sukamto juga mengaku sempat melihat tanda berupa kayu yang disilangkan di sekitar lokasi penemuan.
“Saya sempat melihat ada tanda kayu disilang di sekitar lokasi. Waktu Minggu pagi saya mengecek, tanda itu belum ada. Tapi Minggu sore sudah ada, saya tidak curiga sebelumnya. Saya tidak menaruh curiga terkait tanda kayu disilangkan tersebut. Iya, kayu itu turut dibawa pihak kepolisian sebagai barang bukti,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 50 sentimeter. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus plastik berwarna merah dan dimasukkan ke dalam tas ransel hitam. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penemuan.
Diantaranya pakaian warna hitam yang diduga milik perempuan, tisu, serta ari-ari bayi. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Sementara untuk memastikan usia bayi dan penyebab kematian, petugas masih menunggu hasil otopsi dari RSUD Sumberglagah di Kecamatan Pacet.
Sebelumnya, Warga Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di aliran sungai kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Blok Watu Ondo, Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (2/2/2026) pagi.
Sekitar pukul 09.30 WIB, mayat bayi yang diduga baru lahir tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik warna merah. Mayat bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel warna hitam. Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter dari jalan raya. [tin/aje]






