Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memitigasi potensi bencana alam dilakukan PLN UP3 Ponorogo.
Hal itu dilakukan melalui kegiatan penanaman dan pembagian bibit tanaman di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Program ini menyasar masyarakat setempat, termasuk anak-anak di Yayasan Assalam, sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak usia dini.
Langkah tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana akibat cuaca ekstrem, terutama di wilayah dataran tinggi yang rentan terhadap longsor dan kerusakan ekosistem. Penghijauan dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
“Alasannya karena guna mencegah bencana dan menjaga ekosistem alam,” kata Arif Jumi’in, Manager PLN ULP Ponorogo, Rabu (28/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PLN menanam dan membagikan bibit tanaman buah, termasuk durian, kepada warga dan lembaga pendidikan setempat. Tidak hanya fokus pada penanaman, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak agar tumbuh dengan kesadaran mencintai dan merawat alam.
“Kita juga berikan edukasi ke anak-anak ditempat ini untuk bisa mencintai lingkungannya,” terangnya.
Pihak Yayasan Assalam menyambut positif inisiatif tersebut. Sukatno, perwakilan yayasan menyebut bahwa penanaman bibit pohon menjadi langkah penting dalam mencegah bencana. Selain itu, juga sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita sangat berterima kasih, karena sudah diberikan bibit tanaman. Semoga juga manfaat karena merupakan bibit tanaman buah,” pungkasnya.
Selain penanaman dan pembagian bibit, PLN UP3 Ponorogo juga menyalurkan bantuan puluhan paket sembako kepada para guru dan siswa di Yayasan Assalam Sooko sebagai bentuk kepedulian sosial. Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada penghijauan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan. (end/ted)






