Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Pusat bergerak cepat mengunci stabilitas harga pangan nasional menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Presiden RI memberikan instruksi tegas: harga bahan pokok tidak hanya dilarang naik, tetapi harus diupayakan turun demi menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pengendalian harga saat hari besar keagamaan merupakan prioritas utama. Mengacu pada kesuksesan stabilisasi harga pada Nataru dan Lebaran tahun lalu, pemerintah optimis tren positif tersebut akan berulang tahun ini.
“Bapak Presiden menekankan harga tidak boleh naik, bahkan kalau bisa turun. Stok harus cukup dan harga harus terkendali,” ujar Zulhas usai membagikan 600 paket sembako kepada pengemudi ojek online di Kantor Bulog Jatim, Selasa (27/1/2026).
Salah satu instrumen utama pemerintah dalam menekan inflasi adalah masifnya penyelenggaraan Pasar Murah di berbagai daerah. Tidak tanggung-tanggung, program ini digelar setiap hari dengan melibatkan sektor swasta.
* Diskon Komoditas: Beras dan telur dijual dengan potongan harga hingga 10%.
* Subsidi Logistik: Kolaborasi dengan aplikator transportasi daring (Grab dan Gojek) memastikan masyarakat tidak terbebani biaya pengiriman.
* Pemerataan Wilayah: Setelah Jawa Tengah, program serupa kini gencar dilakukan di berbagai titik di Jawa Timur.
Ketahanan Pangan Jawa Timur: Aman Hingga 14 Bulan
Kabar baik datang dari lumbung pangan nasional. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa stok pangan di wilayahnya berada dalam posisi “sangat aman”.
Saat ini, Bulog Jatim menguasai cadangan beras mencapai 796.000 ton. Jumlah fantastis ini diklaim mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 14 bulan ke depan, melampaui masa Lebaran 2026.
“Kami sangat siap. Stok 796 ribu ton itu cukup untuk 14 bulan ke depan. Selain stok yang ada, kami juga aktif menyerap hasil panen petani sejak pertengahan Januari,” ungkap Langgeng.
Hingga saat ini, Bulog Jatim telah menyerap sekitar 17.000 ton setara beras dan hampir 4.000 ton jagung. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat petani sekaligus mendukung ketersediaan pakan bagi peternak.
Untuk memastikan tidak ada permainan harga di pasar, Bulog Jatim bersinergi dengan Satgas Pangan melakukan pemantauan harian. Hingga laporan terakhir, harga mayoritas bahan pokok, termasuk minyak goreng sesuai Permendag terbaru, masih stabil berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).[rea]






