Surabaya (beritajatim.com) – Gempa bumi magnitudo 5,5 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada hari Selasa pagi (27/1/2026). Lima perjalanan kereta api dari Daop 8 Surabaya sempat diberhentikan sementara guna memastikan keamanan jalur.
Informasi tersebut disampaikan oleh Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono. Ia menjelaskan kebijakan ini ditempuh sesuai dengan prosedur keselamatan.
“Untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian pascagempa dalam keadaan aman, khususnya di lintas Bangil (Pasuruan) – Wlingi (Blitar),” ujar Magendro hari Selasa (27/1/2026).
Mahendro mengungkapkan, sebanyak lima kereta api yang sempat mengalami pemberhentian sementara, di antaranya adalah KA Matarmaja relasi Malang – Pasar Senen yang berhenti selama 40 menit, lalu KA Commuter Line Penataran relasi Surabaya Kota – Malang – Blitar yang berhenti selama 35 menit.
“Selanjutnya, kereta api yang terdampak antara lain KA Ijen Ekspres relasi Ketapang – Malang yang berhenti selama 29 menit, KA Betmakola Tanker yang berhenti 28 menit, dan KA Kertanegara relasi Malang – Purwokerto yang berhenti 21 menit,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mahendro menyatakan bahwa jajarannya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lintas rel, jembatan, serta fasilitas perkeretaapian lainnya. Berdasarkan hasil pengecekan, prasarana di wilayah yang terdampak gempa dinyatakan aman dan telah layak dilalui pada pukul 09.01 WIB.
Atas hal tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat penghentian sementara perjalanan KA tersebut.
“Kami juga memastikan terus melakukan pemantauan di lapangan serta akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan kondisi prasarana dan operasional,” pungkasnya. (rma/but)






