Surabaya (beritajatim.com) – Kapolsek Sukolilo AKP Wahyu Sigit membantah kabar adanya tawuran antar pesilat yang terjadi di simpang empat Deles, pertemuan Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Ir. Soekarno (Merr), pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Ia menegaskan peristiwa yang menyebabkan satu anggotanya mengalami luka tersebut murni dipicu serempetan antar pengendara sepeda motor, bukan aksi tawuran antar perguruan silat.
AKP Wahyu mengakui pihak-pihak yang terlibat dalam keributan tersebut memang merupakan anggota perguruan silat. Namun, ia memastikan tidak terjadi pengeroyokan sebagaimana kabar yang beredar. Upaya adu pukul antar kedua belah pihak bahkan berhasil dicegah oleh anggota kepolisian yang berada di lokasi.
“Bukan dikeroyok. Itu memang ramai karena dikira ada pengeroyokan dan pemukulan. Pas mau berantem sudah dipisah oleh anggota kami. Jadi bukan tawuran, hanya masalah serempetan motor,” ujar Wahyu.
Terkait kronologi kejadian, Wahyu mengaku belum mengetahui secara detail. Berdasarkan laporan Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Sukolilo, kendaraan yang terlibat serempetan diduga berasal dari arah Rungkut menuju Jalan Arif Rahman Hakim, sementara kendaraan lain datang dari arah berlawanan.
“Belum tahu pasti dari arah mana. Informasi dari Pawas, kemungkinan ada yang belok dan ada yang lurus. Kemungkinan dari Rungkut mau ke Arif Rahman Hakim, lalu bertemu kendaraan dari arah lain,” jelasnya.
Ia juga dengan tegas membantah adanya penggunaan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Sementara mengenai kondisi anggota opsnal Polsek Sukolilo yang dilaporkan mengalami luka di wajah, kaki, tangan, hingga kukunya terlepas, Wahyu menegaskan luka tersebut hanya berupa lecet ringan.
“Itu cuma lecet saja. Tidak ada luka parah. Anggota kami saat itu berusaha menangkap pelaku yang kabur, lalu terseret. Jadi hanya luka lecet,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa terjadi tawuran antar pesilat di simpang Jalan Ir. Soekarno (Merr) dan Jalan Arif Rahman Hakim pada Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam informasi tersebut, disebutkan seorang anggota Polsek Sukolilo mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Mat Tohir (45), mengaku menyaksikan kejadian yang menurutnya melibatkan belasan pesilat. Ia menyebut para pesilat terlihat saling kejar menggunakan sepeda motor dari arah Rungkut hingga berhenti di perempatan Deles.
“Dari arah Rungkut tiba-tiba ramai sampai di perempatan Deles. Mereka tawuran, ada sekitar dua orang yang dikeroyok belasan orang,” ungkap Tohir.
Tohir juga mengklaim melihat sejumlah pesilat membawa senjata tajam seperti celurit dan pedang. Menurutnya, tiga anggota opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo yang tengah berpatroli dengan pakaian sipil berusaha membubarkan keributan tersebut hingga akhirnya melepaskan tembakan peringatan.
“Polisinya kasih tembakan peringatan, baru pesilatnya kabur,” tuturnya.
Dalam kejadian itu, salah satu anggota kepolisian disebut sempat terseret sepeda motor saat berupaya menangkap seorang pesilat yang kabur. Namun, keterangan tersebut dibantah Kapolsek Sukolilo yang menegaskan insiden tersebut tidak mengarah pada aksi tawuran dan tidak melibatkan senjata tajam. (ang/but)






