Bojonegoro (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Bojonegoro–Babat, tepatnya di wilayah Desa Mejuwet, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (12/1/2026) siang. Peristiwa tersebut menewaskan seorang pengendara sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.08 WIB. Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi S-4163-ABB dengan mobil Mitsubishi Xpander bernopol B-1422-DOS.
“Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ujar Ipda Septian, Senin (12/1/2026).
Korban meninggal dunia diketahui berinisial RM (57), warga Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, pengemudi mobil Mitsubishi Xpander berinisial WD (36), seorang perempuan asal Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan selamat dan hanya mengalami trauma ringan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban keluar dari halaman sebuah toko keramik. Korban kemudian menyeberang jalan dari arah utara ke selatan dan melaju ke arah barat.
Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju mobil Mitsubishi Xpander yang melintas searah di Jalan Bojonegoro–Babat. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
“Karena jarak yang sudah dekat dan diduga pengendara sepeda motor kurang berhati-hati saat menyeberang jalan, tabrakan tidak bisa dihindari,” jelas Ipda Septian.
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan materiil dan telah diamankan oleh petugas kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Ipda Septian menambahkan, saat kejadian kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro dilaporkan kurang bersahabat. Hujan yang turun disertai jarak pandang terbatas diduga turut memengaruhi situasi lalu lintas di lokasi kejadian.
“Kondisi cuaca saat kejadian hujan dan jarak pandang terbatas. Ini sejalan dengan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG untuk wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir,” ungkapnya.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah cuaca ekstrem. Pengendara diminta mematuhi aturan lalu lintas, mengurangi kecepatan, serta memastikan kondisi aman sebelum menyeberang atau berpindah jalur.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada, khususnya saat hujan dan jarak pandang terbatas, guna menghindari kecelakaan lalu lintas,” pungkas Ipda Septian. [lus/beq]






