Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 261 korban, sebanyak 121 santri, pelajar, dan tenaga pendidik korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto masih menjalani perawatan intensif. Para korban dirawat di sejumlah lokasi, mulai pondok pesantren, puskesmas, hingga rumah sakit.
Kondisi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung penanganan korban keracunan massal yang diduga berasal Program MBG yang dibagikan pada, Jumat (9/1/2026). Menu soto ayam disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo.
“Dari total 261 orang yang terdampak, saat ini masih ada 121 orang yang menjalani perawatan. Mereka dirawat di pondok, puskesmas, dan rumah sakit, sementara 140 lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ungkapnya usai mengunjungi para korban di RSUD Prof dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Minggu (11/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Emil memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang memadai dan terus dipantau perkembangannya. Emil menegaskan, keselamatan dan pemulihan para korban menjadi prioritas utama pemerintah. Ia pun mengapresiasi respon cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko menjelaskan bahwa korban keracunan massal tersebut berasal dari sekitar tujuh lembaga pendidikan. Korban meliputi siswa, santri, tenaga pendidik atau guru, hingga wali murid yang menerima manfaat Program MBG tersebut.
“Total korban keracunan massal ini berjumlah sekitar 261 orang. Meliputi siswa, santri, tenaga pendidik/guru hingga wali murid dari sekitar 7 lembaga pendidikan yakni SMPIT Al Hidayah, Desa Wonodadi, MTS/ MA Ponpes Mahad AnNur Desa Singowangi. Sekitar 140 korban sudah diperbolehkan pulang,” tambahnya.
Sementara 121 korban masih menjalani perawatan di pondok, sejumlah puskesmas dan rumah sakit. Sebagian besar korban yang masih dirawat menunjukkan kondisi berangsur membaik, namun lanjutnya, para korban tetap harus menjalani observasi dan perawatan lanjutan. [tin/ted]






