Blitar (beritajatim.com) – Kasus hilangnya dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) milik Tumirah, seorang lansia asal Desa/Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, semakin mencuat.
Tumirah, yang berusia 63 tahun, awalnya tidak menyadari jika saldo ATM PKH miliknya telah dikuras oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ironisnya, dugaan sementara menunjukkan bahwa sosok yang bertanggung jawab atas pengurasan saldo tersebut adalah mantan ketua kelompok PKH tempat Tumirah terdaftar.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Kabid Lijamsos) Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Yuni Urinawati, mengonfirmasi bahwa kartu ATM PKH milik Tumirah sempat dikuasai oleh eks ketua kelompok tersebut.
Alasan yang diberikan adalah untuk mempermudah proses pengambilan uang milik Tumirah yang sudah lanjut usia. “Dugaannya seperti itu tapi senin atau selasa akan kita pastikan lagi,” ujar Yuni, Minggu (4/1/2026).
Saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Blitar sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hilangnya dana dalam ATM PKH Tumirah. Pihak Dinas Sosial telah memanggil pendamping PKH untuk dimintai keterangan mengenai dugaan keterlibatan mantan ketua kelompok tersebut. “Katanya mantan ketua kelompok itu siap bertanggung jawab dan mengembalikan uang,” tegas Yuni.
Kecurigaan mulai muncul pada akhir Agustus 2025, ketika Tumirah mencoba mengecek saldo ATM PKH-nya. Sayangnya, kartu tersebut tidak dapat diakses, yang mendorong Tumirah untuk mendatangi pihak bank.
Pihak bank kemudian memberikan bantuan pengecekan dan solusi, termasuk dengan menyediakan print-out transaksi tiga bulan terakhir. Dari hasil pengecekan tersebut, terungkap bahwa beberapa kali telah terjadi penarikan uang tunai menggunakan kartu PKH milik Tumirah oleh pihak lain, yang memiliki 6 digit nomor kartu berbeda.
Pihak Dinas Sosial kini tengah berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk menyelidiki lebih lanjut siapa yang sebenarnya melakukan penarikan tersebut. “Ini masih kita lakukan monitoring lagi siapa sebenarnya yang melakukan penarikan itu, ini kita masih terus koordinasi dengan pendamping, nanti kalau ada informasi yang jelas akan kami beritahukan,” tegas Yuni. [owi/suf]






