Bogor (beritajatim.com) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) resmi menerima Penghargaan Menteri Kehutanan atas dedikasinya selama lebih dari satu dekade menjaga kelestarian Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Apresiasi tingkat nasional ini diserahkan dalam rangkaian acara “Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa” di IPB Convention Center, Bogor, Jumat (12/12/2025).
Penghargaan ini merupakan validasi atas keberhasilan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Jawa Barat. Fasilitas yang didirikan PGE sejak 2014 tersebut dinilai konsisten menjadi benteng pertahanan terakhir bagi satwa endemik yang menjadi inspirasi lambang negara, Garuda.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menyebut penghargaan ini sebagai pengingat krusial akan pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam menjaga biodiversitas Nusantara.
“PGE melangkah melampaui aspek operasional dengan turut merawat lingkungan dan kekayaan hayati di sekitar wilayah operasi kami. Sejak beroperasi, PKEK telah merehabilitasi lebih dari 350 ekor elang dari berbagai wilayah di Indonesia. Puluhan di antaranya telah berhasil melalui proses rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alam,” ujar Ahmad Yani.
Selain rehabilitasi fisik, Ahmad Yani menambahkan bahwa PKEK memiliki fungsi strategis sebagai pusat edukasi.
“Selain berfungsi sebagai pusat penyelamatan satwa, PKEK juga aktif mengembangkan edukasi lingkungan bagi masyarakat, pelajar, serta para pemangku kepentingan guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” lanjutnya.
Keberhasilan PKEK tidak lepas dari pola kolaborasi lintas sektor yang kuat. Menggandeng Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia, PGE memfasilitasi perawatan medis, riset ilmiah, hingga pemantauan pasca-pelepasliaran. Elang yang dirawat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari hasil sitaan, penyerahan sukarela warga, hingga korban konflik dengan manusia.
Komitmen hijau ini juga tercermin dalam rekam jejak lingkungan perusahaan. Area Kamojang PGE tercatat sebagai satu-satunya entitas yang berhasil mempertahankan anugerah PROPER Emas selama 14 tahun berturut-turut.
Dalam pameran bertema “Melanglang Buana di Langit Nusantara” yang digelar 11-12 Desember 2025 tersebut, rekam jejak PGE ditampilkan lewat dokumentasi fotografi dan data konservasi. Acara ini menjadi etalase peran aktif dunia usaha dalam mendukung Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. [beq]






