Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC tidak akan tampil dengan skuad ideal saat menghadapi tuan rumah Malut United di Stadion Gelora Kie Raha pada Sabtu (29/11/2025) sore WIB. Sementara tuan rumah hadir dengan semangat tinggi usai hasil positif pada game sebelumnya.
Setelah sebelumnya Achmad Maulana, Bayu Setiawan, dan Julian Guevara dipastikan tidak tampil, kini giliran Matheus Blade, Paulinho Moccelin, Betinho Filho, dan Salim Tuharea yang harus menepi di laga lawan Malut United
Blade harus absen akibat kartu merah, sedangkan Betinho dan Salim menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. Keduanya menerima kartu kuning keempat saat menghadapi Persebaya Surabaya, yang sesuai regulasi Super League 2025/2026 membuat mereka tak bisa bermain satu laga.
Kondisi ini membuat Arema FC tak pernah tampil dengan skuad terbaik dalam dua pertandingan terakhir. Saat melawan Persebaya, mereka kehilangan Guevara, Bayu, dan Brandon Scheunemann. Pada duel kontra Persija, giliran Ian Puleio, Arkhan, dan Bayu yang absen.
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, mengakui situasi ini menjadi tantangan serius. Ia harus menyusun ulang komposisi pemain hampir setiap pekan. “Selama saya melatih klub, baru kali ini tim saya mendapat begitu banyak kartu,” ujarnya.
Menurutnya, tampil tanpa kekuatan penuh jelas merugikan. Selain mengurangi opsi pemain, kartu merah membuat absensi menjadi lebih panjang. Bermain dengan 10 atau sembilan pemain, lanjut Marcos, memaksa tim mengubah rencana permainan dan melakukan penyesuaian di lapangan.
Saat ini tim pelatih sedang mencari alternatif terbaik. Marcos menegaskan, dalam waktu singkat ia harus melakukan uji coba pemain maupun skema. “Semua pemain di tim ini punya kualitas. Ketika mendapat kesempatan, saya percaya mereka bisa tampil bagus,” katanya. Ia berharap para pemain memanfaatkan peluang dengan memberikan performa maksimal.
Di sisi lain, Malut United datang dengan modal positif setelah menahan imbang Persita Tangerang 0-0 pada pekan ke-13 Super League 2025-2026 di Indomilk Arena pada Minggu (23/11/2025) lalu.
Pelatih Maklut Hendri Susilo menyebut satu poin yang diraih patut disyukuri. “Alhamdulillah, kami membawa pulang poin dari Tangerang,” ujarnya.
Hendri mengakui permainan timnya kurang berjalan sesuai rencana, terutama di babak pertama. Namun ia tetap menilai hasil imbang cukup bernilai untuk menghadapi laga selanjutnya. Memasuki babak kedua, Malut United memperbaiki permainan dan mencatat 55 persen penguasaan bola, serta melepaskan 11 tembakan dengan lima yang mengarah ke gawang.
Hasil tersebut memperpanjang tren tak terkalahkan Malut United menjadi enam laga, dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang. [faw/aje]






