Madiun (beritajatim.com) – Persekama Madiun menghadapi persiapan yang serba terbatas menjelang bergulirnya Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025. Seleksi pemain yang digelar selama dua hari, Senin dan Selasa, menjadi langkah awal yang harus dikejar di tengah waktu yang sangat mepet. Sebanyak 65 pemain dari 15 klub lokal se-Kabupaten Madiun mengikuti proses seleksi tersebut, dan hasilnya hanya 17 pemain dinyatakan lolos untuk melengkapi skuad awal.
Exco Askab PSSI Kabupaten Madiun, Ronggo Saputro, menjelaskan bahwa jumlah tersebut belum memenuhi kuota pendaftaran minimal sebanyak 30 pemain ke PSSI Jatim. Kekurangan itu akan dilengkapi dari pemain-pemain yang memperkuat Persekama pada musim sebelumnya.
“Dari seleksi hari ini tadi 17 pemain. Untuk memenuhi target 30 pemain, nanti kita tambahi pemain yang tahun lalu. Sebagian sudah hadir, sebagian lagi izin karena kuliah atau kerja,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Setelah seleksi rampung, tim tidak memiliki banyak waktu untuk menyatukan komposisi dan ritme bermain. Latihan perdana langsung dijadwalkan pada Sabtu (22/11/2025) di Stadion Pangeran Timur Kabupaten Madiun. Latihan awal tersebut dirancang untuk menggabungkan seluruh pemain sekaligus menggenjot kondisi fisik.
“Sabtu besok langsung latihan. Kita gabungkan semuanya langsung. Untuk menu latihan sementara masih fokus fisik karena waktu kita cuma dua minggu,” jelas Ronggo.
Liga 4 Piala Gubernur Jatim akan kick-off pada 7 Desember 2025, sementara batas akhir pendaftaran pemain jatuh pada 20 November 2025. Praktis, Persekama hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk membentuk tim yang siap bertanding. Kondisi ini semakin menantang karena mayoritas pemain hasil seleksi dinilai masih minim pengalaman.
“Waktu kita mepet. Seleksi mepet, persiapan juga mepet. Pemain hasil seleksi ini juga masih minim pengalaman. Tapi tetap kita bentuk kerangka tim secepatnya,” tambahnya.
Di sisi lain, soal penunjukan pelatih juga belum diputuskan. Ronggo menyebut Askab akan menggelar rapat bersama SCO untuk menentukan nama yang akan memimpin tim. Kemungkinan memanggil pelatih musim lalu tetap terbuka, namun lisensi kepelatihan menjadi acuan utama.
“Besok kita rapatkan. Kita pilih pelatih yang bisa bekerja sama dengan pemain, dan yang penting rukun dengan pemain. Sebenarnya sudah ada nama, termasuk kemungkinan memanggil pelatih musim lalu,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Sekarang regulasinya minimal lisensi B. Pelatih sebelumnya lisensinya C. Itu nanti dibahas dalam rapat.”
Dengan segala keterbatasan tersebut, Persekama tetap menargetkan satu hal: tampil dalam ajang Liga 4 Piala Gubernur Jatim sebagai ruang pengembangan pemain lokal Kabupaten Madiun. “Target kita yang penting ikut ajang itu dulu. Ini ajang bagus untuk pemain lokal Kabupaten Madiun,” pungkas Ronggo. [rbr/beq]






