Pasuruan (beritajatim.com) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. Melalui kerja sama dengan Koperasi Sejahtera Bersama Anggota (SBA), lembaga ini menyasar para peternak sapi perah di wilayah Pasuruan.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar untuk mengenalkan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku usaha kecil, khususnya di bidang peternakan. Kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata memperluas cakupan perlindungan hingga ke pelosok daerah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan, Sulistijo N. Wirjawan, menyebut kerja sama ini menjadi contoh positif bagi koperasi lain di sektor informal. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Koperasi SBA dalam memastikan anggotanya terlindungi dari risiko kerja,” ujarnya.
Menurut Sulistijo, kegiatan ini bertujuan agar para peternak memahami manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kedua program tersebut dapat diikuti dengan iuran terjangkau sebesar Rp16.800 per bulan.
Ia menambahkan, manfaat yang diperoleh peserta jauh lebih besar dibandingkan jumlah iuran yang dibayarkan. “Peserta akan mendapatkan perawatan medis tanpa batas, santunan cacat, hingga beasiswa bagi anak jika terjadi risiko meninggal dunia,” jelasnya.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta, serta beasiswa hingga Rp174 juta bagi dua anak peserta yang meninggal dunia setelah tiga tahun masa kepesertaan.
Sementara itu, Ketua Koperasi SBA Awan Wahyudiana mengungkapkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk melindungi para peternak. “Kami melihat BPJS Ketenagakerjaan sangat serius dalam memberikan perlindungan kepada peternak,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, pengurus Koperasi SBA telah lebih dulu terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan sertifikat kepesertaan secara simbolis oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan.
Saat ini tercatat sekitar 450 anggota peternak sapi perah telah mengikuti program perlindungan tersebut. Koperasi SBA berencana menargetkan seluruh anggotanya agar terdaftar demi menjamin keamanan kerja dan kesejahteraan mereka.
Awan menambahkan, iuran akan dipotong langsung dari hasil setoran susu setiap bulan. “Kami ingin seluruh anggota merasakan manfaat nyata program ini agar mereka bisa bekerja lebih tenang dan produktif,” pungkasnya. (ada/kun)






