Blitar (beritajatim.com) – Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup yang berlangsung di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar, pada 7 hingga 9 November 2025, menyuguhkan atmosfer kompetisi yang luar biasa.
Selama tiga hari, ratusan pesilat muda dari berbagai usia tampil memukau di hadapan ribuan penonton. Total 252 peserta dari kategori usia dini, pra-remaja, hingga remaja berkompetisi untuk menunjukkan keahlian mereka dalam seni bela diri tradisional ini.
Kejuaraan ini digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar, dan menjadi salah satu ajang penting untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat di daerah tersebut. Antusiasme peserta tahun ini melebihi ekspektasi.
Ketua IPSI Kota Blitar, Miskan Hadi, mengungkapkan bahwa jumlah peserta mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Antusiasme peserta cukup tinggi. Panitia sempat membatasi jumlah peserta. Sebab, dengan kuota terpenuhi, sistem (pendaftaran online) langsung tertutup otomatis,” ujar Miskan pada Minggu (9/11/2025).
Tahun 2025, kejuaraan ini tercatat diikuti oleh 252 peserta, melonjak drastis dari 159 peserta pada tahun 2024. Peningkatan yang pesat ini menunjukkan betapa berkembangnya minat terhadap pencak silat, khususnya di kalangan generasi muda di Kota Blitar.
Kejuaraan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang penjaringan dan pembinaan bibit atlet terbaik yang akan mewakili Kota Blitar di ajang lebih besar. “Tujuan utamanya untuk mencari bibit-bibit atlet sejak dini. Ini menjadi upaya dari cabor pencak silat untuk menjaring atlet muda terbaik,” kata Miskan.
Dengan adanya ajang seperti Wali Kota Cup, IPSI Kota Blitar kini memiliki “bank data” talenta yang jelas, yang akan dipantau dan dibina secara intensif.
Kejuaraan ini menjadi penting karena selain untuk menemukan atlet berpotensi, juga untuk mempererat silaturahmi antar perguruan silat yang ada di Kota Blitar. “Melalui pencak silat, kita tanamkan semangat toleransi dan persaudaraan di antara para pesilat,” tambah Miskan.
IPSI Kota Blitar berkomitmen untuk terus membina generasi muda agar tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai sportivitas.
Bagi banyak orang tua dan masyarakat Blitar, ajang ini menjadi wadah yang sangat penting dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak mereka terhadap budaya dan olahraga tradisional. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Miskan Hadi menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari upaya Kota Blitar untuk mempertahankan dan melestarikan budaya pencak silat yang telah menjadi bagian dari identitas daerah tersebut.
Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup 2025 pun diharapkan menjadi batu loncatan bagi para pesilat muda untuk berkembang lebih jauh. Dari sini, atlet-atlet muda berpotensi akan dilatih lebih intensif untuk bersaing di ajang-ajang bergengsi, baik tingkat provinsi maupun nasional. [owi/suf]






