Tuban (beritajatim.com) – Fenomena banyaknya sepeda motor yang mendadak brebet usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Tuban membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban turun tangan. Komisi I DPRD Tuban berencana memanggil pihak Fuel Terminal Tuban (TBBM) Pertamina yang berlokasi di Desa Remen, Kecamatan Jenu, untuk dimintai penjelasan.
Ketua Komisi I DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, mengatakan pemanggilan ini dilakukan karena keluhan masyarakat terkait gangguan mesin kendaraan telah meluas hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. “Suplai BBM di Tuban ini kan dari TBBM semua, dan saya kira yang terjadi permasalahan itu hanya di beberapa SPBU, tetapi ternyata malah hampir semuanya,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Fahmi menuturkan, pihaknya telah menerima banyak aduan dari masyarakat yang motornya mengalami brebet hingga mogok setelah mengisi BBM jenis Pertalite. “Insya Allah kita undang ke sini, secepatnya lah,” tambahnya.
Pemanggilan ini, kata Fahmi, bertujuan untuk mengetahui sumber masalah — apakah berasal dari SPBU atau dari pasokan BBM di TBBM. “Kalau itu disebabkan dari SPBU, ya SPBU wajib bertanggung jawab untuk itu. Tapi kalau dari TBBM, maka TBBM yang harus memberikan ganti rugi, entah bagaimana mekanismenya,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan ini sudah sangat meresahkan warga. Berdasarkan laporan yang diterima DPRD Tuban, sudah ada sekitar 80 pengaduan terkait gangguan mesin kendaraan setelah pengisian Pertalite. “Ini kan sudah ada laporan sebanyak 80 orang,” ungkap Fahmi.
Pihaknya juga akan mendalami dugaan penyebab teknis, termasuk kemungkinan adanya campuran air atau etanol dalam bahan bakar. “Jadi laporan masyarakat itu seperti apa, entah itu campuran etanol atau air, biar mereka yang menjelaskan ke kami,” tutup Fahmi. [dya/beq]






