Tuban (beritajatim.com) – Lima orang spesialis pembobol rumah akhirnya ditangkap oleh Satreskrim Polres Tuban setelah beraksi di 20 lokasi, termasuk rumah milik anggota Reskrim Polres Tuban.
Kelima pelaku memiliki peran masing-masing dan beroperasi di tiga wilayah berbeda. Ada yang berperan sebagai sopir, ada yang bertugas mencongkel rumah, serta eksekutor pencurian. Mereka menyasar rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya saat sholat tarawih atau mudik.
Kanit Tindak Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban, Ipda Mochammad Rudi, mengatakan para pelaku ditangkap di SPBU Sleko sekitar pukul 02.30 WIB menjelang sahur. Salah satu pelaku yang bertindak sebagai sopir sempat berusaha melarikan diri namun berhasil diamankan.
“Sebelum beraksi, mereka lebih dulu mengamati kondisi rumah yang akan dijadikan target. Salah satu ciri rumah yang mereka incar adalah lampu teras yang masih menyala di siang hari, yang menandakan tidak ada penghuni,” ujar Rudi.
Setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, mereka melancarkan aksinya pada malam hari. Salah satu targetnya adalah rumah milik Habib Syekh di Kabupaten Tuban dan anggota Reskrim Polres Tuban.
“Dua pelaku berhasil menggasak uang Rp190 juta serta sejumlah perhiasan di sebuah rumah di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban,” tambahnya.
Dua pelaku utama, Nurdin dan Sabri, merupakan residivis asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kasus serupa. Sementara satu pelaku lainnya berdomisili di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, dan berprofesi sebagai nelayan.
Tiga pelaku lainnya adalah Andik Harijanto dan Kasiyanto, yang beroperasi di Kecamatan Plumpang, serta Sugiharto, yang beraksi di Kecamatan Rengel dan sempat diamankan warga sebelum akhirnya ditangkap polisi.
“Kelima pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” kata Rudi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama menjelang Idulfitri, saat banyak rumah ditinggal mudik.
“Kunci kejahatan adalah kesempatan. Pastikan rumah terkunci rapat, informasikan kepada RT setempat jika hendak mudik, dan minta bantuan tetangga untuk ikut mengawasi,” pungkasnya. [ayu/beq]






