Surabaya (beritajatim.com)- Bullying bukan sekada bercanda atau iseng. Banyak orang yang berpikir bahwa bullying seperti ejekan kecil atau komentar pedas hanyalah guaruan. Padahal, bagi sebagian orang, hal-hal tersebut bisa menjadi sumber trauma yang sangat membekas.
Jika kamu masih menganggap bullyinh sebagai hal yang sepele, mungkin ini sudah waktinya untuk berhenti dan mulai memahami seberapa dampak bullying untuk korban, lingkungan sekitar, dan untuk diri sendiri. Berikut ini adalah beberapa alasan penting kenapa bullying harus dihentikan sekaang juga.
1. Merusak Kesehatan Mental Korban
Dampak yang paling nyata dari perlakuan bullying adalah korban bisa mengalami kerusakan mental. Walaupun secara fisik mungkin terlihat biasa-biasa saja, tapi mental korban bisa saja terluka dan akan terus membekas. Orang yang sering mendapatkan bully, biasanya bisa mengalami stress, cemas, depresi, hingga kehilangan rasa percaya diri. Dalam banyak kasus, korban bullying juga bisa mengalami trauma jangka panjang. Beberapa di antaranya sulit mempercayai orang lain, menarik diri dari lingkungan sosial, atau bahkan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
2. Menghancurkan Lingkungan Sosial
Bullying tidak hanya masalah antara pelaku dan korban, tapi juga bisa merusak suasana di sekitarnya. Bullying bisa menciptakan rasa takut dan tidak aman, dan orang lain memilih diam, suasana lingkungan jadi penuh ketegangan. Orang-orang mulai takut bersuara, takut salah langkah, dan akhirnya tumbuh budaya “asal bukan aku yang jadi korban”. Padahal, lingkungan yang sehat adalah tempat di mana semua orang merasa dihargai dan bisa berkembang tanpa rasa takut.
3. Berdampak Hukum dan Reputasi
Bullying tidak hanya berkaitan dengan moral, tetapi juga bisa berkaitan dengan hukum. Ejekan atau hinaan yang dilontarkan untuk korban secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial bisa terdeteksi oleh huku sehingga pelakunya bisa mendapatkan konsekuensi hukum. Selain itu, reputasi pelaku juga bisa rusak. Di dunia yang serba digital ini, jejak perundungan sangat mudah menyebar dan sanksi sosial akan terus berlaku. Hal ini bisa memengaruhi masa depan seseorang.
4. Tindakan Bullying Menunjukkan Kurangnya Empati
Saat seseorang melakukan bullying, artinya ada bagian dari empati yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Orang yang punya empati akan berpikir dua kali sebelum berkata kasar atau mempermalukan orang lain, karena mereka tahu rasanya sakit kalau diperlakukan seperti itu. Hal ini juga akan membentuk sudut pandang orang lain terhadap diri sendiri, satu kali berbuat buruk maka seterusnya orang-orang akan menganggapnya buruk.
5. Menciptakan Lingkungan yang Lebih Aman dan Positif
Berhenti melakukan bullying berarti membantu membangun lingkungan yang aman dan positif. Ketika semua orang berani bersikap baik, menghormati, dan menolak perundungan, suasana sosial jadi jauh lebih nyaman. Orang bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi, ide-ide bisa berkembang tanpa takut ditertawakan, dan rasa saling percaya tumbuh secara alami.
Bullying memang sering kali berawal dari hal kecil, tapi dampaknya bisa begitu besar terhadap korban. Jika semua orang belum tersadar, maka mulailah dari diri kamu!
[Pranata Dewi Ratna Swari]






