Kediri (beritajatim.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sukses menyelenggarakan Kediri Financial Festival (FinFest) 2025 di Balai Kota Kediri.
Mengusung tema “Sustainability Finance: Empowering Kediri’s Economy”, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi nyata dalam mendorong keuangan berkelanjutan dan ekonomi inklusif di tingkat daerah.
FinFest 2025 menghadirkan pameran produk dan layanan keuangan, edukasi literasi finansial, serta bazar UMKM binaan lembaga jasa keuangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri. Kegiatan dibuka dengan olahraga Strong Nation yang dipimpin Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, sebagai simbol semangat kolaborasi dan gaya hidup sehat.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menegaskan bahwa FinFest bukan sekadar pameran, melainkan wadah kolaborasi untuk memperluas inklusi keuangan. “Melalui FinFest ini, kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan. Keuangan berkelanjutan bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang keadilan dan pemerataan akses ekonomi,” ujarnya.
FinFest 2025 menampilkan 32 booth lembaga jasa keuangan, seperti perbankan, asuransi, pembiayaan, penjaminan, dan pasar modal, serta 36 booth UMKM binaan lembaga keuangan dan Pemkot Kediri. Selama dua hari pelaksanaan, tercatat nilai transaksi sebesar Rp5,74 miliar dengan lebih dari 4.000 pengunjung, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp3,24 miliar.
Beragam kegiatan edukatif turut mewarnai acara ini, antara lain edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas, petani melon, ibu-ibu PKK, pelajar, dan mahasiswa, Pemilihan Duta Literasi Keuangan 2025, Kompetisi Stocklab bersama Bursa Efek Indonesia, serta berbagai lomba booth, band, dan konten kreatif. Penampilan Coldiac dan Soulgrovee juga menambah semarak suasana acara yang berlangsung dua hari penuh.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengapresiasi penyelenggaraan FinFest 2025 yang sejalan dengan visi pembangunan Sapta Cita Kota Kediri. “FinFest menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan industri jasa keuangan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Semoga kegiatan ini mendorong semakin banyak masyarakat yang cerdas finansial dan mandiri ekonomi,” ujarnya.
FinFest 2025 juga menjadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dilaksanakan secara nasional setiap Oktober. Melalui kegiatan ini, OJK Kediri menegaskan komitmennya mendukung target inklusi keuangan nasional 91 persen pada 2025, 93 persen pada 2029, dan 98 persen pada 2045, sesuai arah pembangunan nasional dalam RPJMN dan RPJPN.
Dengan sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan, FinFest 2025 di Kota Kediri menjadi momentum penting memperkuat literasi keuangan, memperluas akses layanan finansial, serta membangun ekonomi berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. [nm/ian]






