Kediri (beritajatim.com) – Banyak orang Kediri terutama generasi tahun 1990-an yang memainkan mobil balap mini 4WD ini sebagai ajang berolahraga sekaligus bernostalgia.
Permainan street mini 4 WD kini tengah gandrung di Indonesia dan juga di Kediri, Jawa Timur saat ini. Cara memainkannya pun berbeda dengan permainan mini 4WD pada umumnya.
Untuk memainkan street mini 4WD ini, kalian perlu mengendalikannya dengan menggunakan sebuah stick khusus, yang bentuknya mirip tongkat golf, yang dipergunakan untuk membelokkan laju mini 4WD. Seperti anggota komunitas di Kediri ini.
Selain itu, untuk memainkannya, kalian juga harus berlari untuk mengejar dan mengendalikan laju Mini 4WD dengan sejumlah rintangan lintasan yang telah dibuat.
Rangga Marvel, founder sekaligus Ketua Umum Komunitas ini mengaku, street mini 4WD sendiri muncul karena terinspirasi dari film anime yang populer pada tahun 90an, yakni “Dash! Yankuro”.
Baca Juga :
Pemkot Kediri Gaungkan Pramuka Berkebutuhan Khusus
Dalam film itu, karakter utamanya harus mengontrol laju mobil mini 4WD mereka menggunakan guide stick. Hal inilah yang sekaligus merupakan pembeda dengan permainan mini 4WD pada umumnya, yang hanya dimainkan di sebuah track dan menunggu mobil melaju untuk menyelesaikan putarannya.
Selain karena animasi “Dash! Yonkuro”, permainan streer mini 4WD pertama kali mendapat popularitas yang sangat tinggi di Italia.
“Awal mulanya, terdapat sekelompok anak di Kota Messina, Pulau Sicily yang mencoba melakukan eksperimen dengan melakukan balapan Mini 4WD di jalan seperti yang terdapat di animasi Dash! Yonkuro,” katanya.
Kemudian, hobi ini menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia bahkan memiliki komunitas yang berisikan para orang yang memiliki minat pada mini 4WD. Komunitas street mini 4WD di Indonesia pertama kali hadir pada 2017 lalu di Kota Surabaya.
Rangga menyebut, dalam permainan ini, para runner dapat bersaing untuk mendapatkan catatan waktu terbaik, dengan melewati sejumlah rintangan yang ditandai dengan cone. Menabrak cone atau keluar jalur akan membuat catatan waktu bertambah dan posisi runner akan turun.
Baca Juga :
Pemkot Kediri Selenggarakan Bimtek Agen Siber, Ini Tujuannya
“Street mini 4WD in menggabungkan unsur olahraga lari, sedikit hockey dan juga mainan Mini 4 WD itu sendiri. Nama komunitas yang menggaungi ini adalah Play’ On atau sebuah kata dari Bahasa Jawa yang berarti berlari,” ujarnya di event kompetisi streer mini 4WD yang berlangsung di Taman Brantas Kota Kediri.
Menurut Rangga, komunitas Playon menggelar Run Session secara periodik, di mana mereka nantinya saling menjajal ketrampilan, bisa dalam endurance, duel, time attach hingga estafet.
Pertanyaan klasik ketika bertemu dengan hobi atau olahraga baru pada umumnya, berapa biayakah yang banyak dihabiskan untuk kegiatan ini?
Rangga mengaku untuk biaya yang dihabiskan sebenarnya terbilang terlalu mahal. “Kalau dihitung hanya Rp 50 – 180 ribu untuk kondisi standar, namun untuk menambah aksesoris maka harus merogoh gocek lebih dalam lagi,” ungkapnya.
Baca Juga :
Polres Kediri Tangkap 20 Pelaku dalam Operasi Sikat Semeru
Lebih lanjut, Rangga menyebut, dengan adanya komunitas seperti ini, maka akan memberikan efek banyak manfaat, tidak hanya bagi kesehatan namun juga dari segi sosial yaitu memberikan ruang bagi para remaja untuk melakukan hal – hal yang positif.
“Dampaknya luar biasa, remaja dapat terhindar dari aktivitas negatif yang merugikan, lalu bagi anak-anak tentunya dapat mengikis mereka dari penggunaan gadget,” jelasnya. [nm/ted]






