Bondowoso (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur (Bawaslu Jatim) mendorong adanya perpustakaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) di setiap daerah sebagai sarana transparansi publik dan penguatan kelembagaan pengawasan pemilu.
Dorongan tersebut disampaikan anggota Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati, saat kegiatan Penguatan Kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan JDIH Bawaslu Bondowoso di Edelweiss Room Hotel Ijen View, Rabu (22/10/2025).
“PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) memberikan apa yang sudah dilakukan lembaga, apa saja programnya, berapa anggarannya dan lain lain,” ujar Endah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, JDIH merupakan jembatan yang memuat seluruh produk hukum di lingkungan Bawaslu, mulai dari peraturan, putusan-putusan pemilu, hingga dokumen terkait sengketa pemilu. “Kami berharap Bawaslu dan masyarakat dekat. Kami ingin lembaga ini dimiliki oleh masyarakat luas,” ucapnya.
Endah menambahkan, penguatan kelembagaan Bawaslu telah dilakukan sejak Agustus 2025. Meski tengah menghadapi efisiensi anggaran, ia berharap semangat untuk berbenah tidak surut. “Kami juga mendorong di setiap daerah terdapat perpustakaan JDIH yang bisa diakses oleh masyarakat,” paparnya.
Kegiatan penguatan kelembagaan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin.
Plh. Ketua Bawaslu Bondowoso, Ismaili, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberi pemahaman lebih dalam bagi peserta terkait dinamika hukum pemilu pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024. “Nanti bagaimana dampaknya bagi demokrasi pasca putusan MK 135/2024. Ke depan kita menunggu rezim pemilu bagaimana nasibnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Sekda Fathur Rozi menegaskan bahwa transparansi informasi publik kini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Selama ini masyarakat membutuhkan kecepatan pelayanan informasi publik. PPID Bawaslu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tutur Sekda Fathur Rozi. [awi/beq]






