Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri mencatat sejarah baru dengan keberhasilan menggiling 10 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2025. Prestasi ini menjadi tonggak penting karena mengulang capaian serupa yang terakhir kali terjadi satu dekade silam.
General Manager PG Ngadiredjo Kediri, Wayan Mei Purwono, mengatakan hingga hari giling ke-157, pihaknya telah menggiling tebu sebanyak 9 juta kuintal dan kini berhasil menembus angka 10 juta kuintal.
“Alhamdulillah kami solid, petani kompak, dan seluruh karyawan ikut bekerja keras mengawal. Ini menjadi sejarah baru bagi PG Ngadiredjo,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Wayan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh petani tebu yang terus menunjukkan komitmen tinggi dengan menyetor hasil panen ke PG Ngadiredjo. Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi erat antara pabrik, petani, dan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat dan stakeholder agar kami bisa menutup musim giling dengan manis dan membawa hasil terbaik,” tambahnya.
PG Ngadiredjo saat ini mengelola tanaman tebu dengan total luasan sekitar 12 ribu hektare, di mana 85 persen lahan dimiliki petani mitra, sementara sisanya milik pabrik. Wayan menekankan bahwa keberlangsungan pabrik sangat bergantung pada kekompakan dan kerja sama dengan petani.
“Ibarat kata, kalau perlu setiap hari silaturahmi datangi petani, ya itu harus dilakukan,” ungkapnya.
Jumlah petani binaan PG Ngadiredjo mencapai 670 orang, yang menjadi tulang punggung pasokan tebu selama musim giling. Untuk menjaga hubungan baik, pabrik terus memastikan kenyamanan petani, tidak hanya saat penyetoran tebu, tetapi sejak masa perawatan tanaman.
“Mulai dari penyediaan pupuk, herbisida, hingga bantuan tebang, semuanya kami dampingi. Saat giling, kami juga bantu percepatan penjualan gula dan tetes agar pembayaran ke petani tidak terlambat,” jelas Wayan.
Keberhasilan PG Ngadiredjo Kediri ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara industri gula dan petani lokal masih menjadi kunci ketahanan ekonomi berbasis agrikultur di Jawa Timur.
Dengan pencapaian tersebut, PG Ngadiredjo diharapkan mampu menjaga tradisi produksi berkualitas sekaligus memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu sentra gula nasional. [nm/suf]






