Malang (beritajatim.com) – Di tengah era disrupsi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang kian masif, profesi akuntan kini berada di persimpangan jalan. Profesi yang selama ini identik dengan laporan keuangan dan audit kini dituntut untuk bertransformasi menjadi arsitek strategis yang mampu mengolah data menjadi keputusan bisnis bernilai tinggi.
Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang digelar oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Komisariat Malang Raya di Universitas Negeri Malang, Rabu (15/10/2025).
Mengusung tema “Data-Driven Organization and Strategic Performance Management Systems,” acara ini menarik animo tinggi dari hampir 300 akuntan, baik yang hadir secara luring maupun daring, termasuk dari Papua, Kalimantan, dan Sulawesi.
Narasumber utama, Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CA., menegaskan bahwa akuntan tak lagi bisa berdiam di zona nyaman sebagai penyedia informasi historis.
“Peran akuntan ke depan bukan hanya menyiapkan laporan keuangan, tapi juga menyiapkan data pendukung bagi pengambilan keputusan strategis, mulai dari rencana jangka panjang hingga merespons perubahan pasar harian,” ujarnya.
Menurutnya, di dunia yang penuh gejolak (VUCA), akuntan harus proaktif dan adaptif terhadap teknologi seperti AI dan IoT. “AI bukan ancaman, melainkan tantangan. Akuntan harus menguasai analisis data dan teknologi agar tetap relevan,” tambahnya.
Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menekankan pentingnya akuntabilitas substantif, bukan sekadar normatif. “Ada entitas yang laporannya meraih opini WTP, tapi tak lama kemudian tersandung masalah hukum. Ini bukti bahwa laporan saja tidak cukup,” tegasnya.
Ketua IAI Wilayah Jatim, Prof. Basuki, M.Com (Hons), Ph.D., Ak., CMA., CA., ASEAN CPA., menambahkan bahwa program PPL gratis ini menjadi bagian dari tujuh rangkaian kegiatan menjelang rapat anggota IAI Jatim pada Desember mendatang. “Kami ingin membantu anggota di seluruh Indonesia, terutama di luar Jawa, agar tetap bisa mengembangkan profesionalismenya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IAI Komisariat Malang Raya, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA., menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. “Jumlah peserta luring mencapai 110 orang dan daring sekitar 170 peserta dari berbagai kampus mitra di seluruh Indonesia,” ujarnya. [kun]






