Malang (beritajatim.com) – Meningkatnya risiko diabetes melitus yang kini tak lagi hanya menyasar usia tua menjadi perhatian serius kalangan medis. Menjawab tantangan ini, tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menggelar program edukasi dan skrining kesehatan yang menyasar ratusan santri di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS), Malang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat skema program kemitraan masyarakat yang didanai Unair Tahun 2025 ini bertujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan aktivitas fisik sebagai benteng utama pencegahan diabetes sejak dini. Sebanyak 520 siswa dan tenaga pengajar turut serta dalam program yang dipimpin oleh Dr. Nur Rochmah, dr., Sp.A(K) dan Dr. Muhammad Faizi, dr., Sp.A(K) ini pada pada Senin (6/10/2025) lalu.
Sesi edukasi interaktif menjadi pembuka acara, dibawakan oleh dr. Rayi Kurnia Perwitasari, M.Ked.Klin., Sp.A(K) dan dr. Deasy Fiasry, Sp.A. Dalam paparannya, mereka mengupas tuntas seluk-beluk diabetes yang penting untuk dipahami oleh generasi muda.
“Diabetes melitus terbagi menjadi dua tipe utama. Tipe 1 terjadi saat pankreas gagal memproduksi insulin. Sementara itu, tipe 2, yang kasusnya semakin banyak ditemukan pada usia muda, terjadi karena produksi insulin tidak mencukupi atau sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin,” jelas dr. Rayi.
Para dokter juga menekankan faktor risiko yang harus diwaspadai, seperti riwayat diabetes dalam keluarga, obesitas atau kelebihan berat badan, serta gaya hidup sedenter (kurang gerak).
“Menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang adalah investasi terbaik untuk masa depan. Jangan menunggu hingga muncul gejala,” tegasnya.

Sementara itu, dr. Deasy Fiasry, Sp.A menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada teori, tim FK Unair langsung melakukan aksi nyata dengan menggelar skrining kesehatan komprehensif. Para santri menjalani pengukuran antropometri yang meliputi tinggi duduk, lingkar perut, dan lingkar lengan atas untuk memantau status gizi.
Puncak dari skrining ini adalah pengecekan gula darah acak yang dilakukan langsung oleh tim dokter. Dengan menggunakan glukometer, setiap santri dapat mengetahui kadar gula darahnya saat itu juga. Siswa yang hasil pemeriksaannya menunjukkan angka di atas normal segera mendapatkan konseling dan saran untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
“Program ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi para santri untuk menjadi lebih peduli terhadap kesehatan. Mereka didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat, salah satunya dengan membiasakan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari,” ujarnya kepada beritajatim.com, Jumat (10/10/2025).
Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif yang dinilai sangat strategis ini. Ustazah Ns. Catrina Dyan Ekayanti, S.Tr.Kep, selaku Koordinator Layanan Medis Siswa (SMS), menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tim dokter dari FK Universitas Airlangga atas penyelenggaraan kegiatan yang luar biasa bermanfaat ini. Harapan kami, ilmu yang didapat hari ini benar-benar diterapkan oleh para siswa untuk mencegah diabetes sejak dini,” ungkapnya menutup. [dan/aje]






