Malang (beritajatim.com) – Nurul Sahara melalui kuasa hukumnya Moh Zakki mengaku tidak tahu jika Imam Muslimin alias Yai Mim melaporkan 2 kasus baru ke Polresta Malang Kota pada Selasa, (7/10/2025) kemarin. Pertama soal dugaan persekusi dan kedua soal dugaan penistaan agama.
Zakki justru baru mengetahui dari media massa. Untuk itu dia tidak bisa berkomentar banyak terkait dugaan penistaan agama berupa pembakaran sajadah salat milik istri Yai Mim.
“Waduh, ada penistaan agama? Saya tidak tahu. Saya malah baru dengar dari teman teman sekalian. Jadi saya tidak bisa komen untuk itu,” ujar Ketua LBH Ansor Kota Malang Moh Zakki, Rabu, (8/10/2025).
Sedangkan soal dugaan persekusi, Zakki juga tidak mengetahui laporan itu. Dia justru mempertanyakan jenis persekusi dan tempat kejadian perkara persekusi kepada Yai Mim.
“Yang kayak gimana itu persekusinya, saya tidak tahu siapa yang mempersekusi, dimana persekusinya, kapan waktu pesekusinya saya tidak tahu. Silahkan temen-temen bisa kroscek ke yang mengeluarkan statement,” ujar Zakki.
Sebelumnya Nurul Sahara melalui kuasa hukumnya Moh Zakki kembali melaporkan Imam Muslimin alias Yai Mim ke Polresta Malang Kota atas dugaan pelecehan seksual pada Rabu (8/10/2025). Sebelum itu, Yai Mim sudah dilaporkan atas pencemaran nama baik terkait Undang-undang ITE pada (18/9/2025) lalu.
“Hari ini sesuai apa yang sudah sampaikan beberapa hari lalu. Bahwa kami datang untuk melaporkan yang bersangkutan terkait pelecehan seksual,” ujar Zakki.
Zakki menuturkan bahwa dalam laporan ini mereka juga menyertakan sejumlah alat bukti yang telah diserahkan ke penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota. Terkait detail dugaan pelecehan seksual dia menyerahkan ke penyidik untuk menjelaskan ke publik.
“Nanti alat bukti akan kami berikan ke penyidik, manakala sudah dipanggil. Kan saat ini kami hanya mengantarkan laporannya saja. Biar penyidik nanti yang memberikan keterangan (dugaan pelecehan), karena itu ruangnya penyidik,” ujar Zakki.
“Ini laporan baru, karena kan laporan kami yang pertama terkait pencemaran nama baik dan fitnah. Kalau hari ini, kami datang dengan laporan pelecehan seksual,” kata Zakki.
Zakki menyebut, bahwa laporan ini dia tujukan untuk Mantan Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu. Sahara dan Zakki tidak ingin melebar ke terlapor baru karena fokus perkara hanya kepada Yai Mim.
“Laporannya kami fokus kepada yang bersangkutan. Karena kami tidak mau melebar kemana mana, kami ingin masalah ini cepat clear tidak mau melebar kemana-mana. Urusan prinsipel kami hanya kepada Pak Mim. Jadi kami tidak mau melebar kemana-mana,” ujar Zakki. (luc/but)






