Surabaya (beritajatim.com) –PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA) pastikan akan tetap fokus pada upaya transisi energi, keberlanjutan lingkungan, dan pro-hilirisasi, yang berimplikasi pada ekonomi sirkular.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah implementasi strategi dekarbonisasi melalui efisiensi energi, penggunaan bahan bakar terbarukan, dan produk ramah lingkungan. Perusahaan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber energi alternatif utama untuk operasional Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, serta menggunakan panel surya untuk mendukung operasi Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya.
Head of Corporate Communications MDKA, Tom Malik, memaparkan bahwa roadmap perseroan akan terus berpihak pada visi keberlanjutan. Program efisiensi energi yang dijalankan mencakup penggantian peralatan operasi dengan teknologi berbahan bakar lebih efisien dan optimalisasi desain tambang berbasis data.
“Peringatan Hari Pertambangan Nasional sekaligus menjadi pengingat bagi kami untuk terus mengedepankan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Merdeka sejak kami berdiri,” ungkap Tom saat peringatan Hari Pertambangan Nasional, merayakan hari jadinya yang ke-13.
Sepak terjang MDKA dalam keberlanjutan lingkungan juga menuai pengakuan global. Perseroan meraih peringkat A ESG dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan menduduki posisi pertama di antara perusahaan pertambangan terdiversifikasi di Indonesia dalam Peringkat Risiko ESG Sustainalytics. MDKA juga menjadi konstituen dua indeks ESG terkemuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.
Mengenai hilirisasi, MDKA aktif mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nikel dan tembaga. Melalui anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), MDKA berinvestasi pada fasilitas pengolahan seperti Pabrik AIM (Acid Iron Metal). Fasilitas ini mengolah sisa bijih tembaga menjadi asam dan uap untuk fasilitas HPAL, sekaligus menciptakan ekonomi sirkular.
MDKA berkomitmen menjadi pelopor dan benchmark praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practices) di Indonesia, melalui Tambang Emas PANI yang dikelola PT Merdeka Gold Resources, Tbk (EMAS) dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit.[rea]






