Sidoarjo (beritajatim.com) – Isu pengelolaan sampah kini menjadi perhatian global. Namun, bagi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, mengubah limbah menjadi komoditas bernilai tinggi bukanlah hal baru. Semangat “mengolah sampah jadi emas” bahkan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan sejak era 1970-an.
Hal itu disampaikan Public Affair and License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan, dalam suasana hangat acara halal bihalal yang digelar perusahaan bersama ratusan wartawan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya mempererat sinergi dan membangun komunikasi yang lebih kuat antara perusahaan dan insan pers. Suasana semakin meriah dengan adanya undian berhadiah bagi para jurnalis yang hadir.
Public Affair and License Manager Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, mengatakan potensi ekonomi dari limbah sudah lama dilihat perusahaannya. Bahkan, jauh sebelum tren digital berkembang pesat, pemanfaatan barang bekas telah menjadi bagian dari inovasi.
“Sekitar tahun 2005–2007 saya pernah membuat platform www.barangbekasjadimas.com
. Saat itu belum banyak yang melirik, tapi potensinya sudah terlihat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Sejarah mencatat, Tjiwi Kimia yang berdiri pada 1972 memulai operasionalnya sebagai industri kimia pada 1974, memproduksi bahan seperti soda flake untuk kebutuhan penjernihan air. Dua tahun kemudian, perusahaan mulai merambah industri kertas dengan pendekatan yang terbilang visioner, yaitu memanfaatkan limbah pertanian.
Ampas tebu (bagasse) menjadi bahan baku utama yang dipadukan dengan pulp dan kertas bekas untuk menghasilkan kertas putih berkualitas. Praktik ini bahkan berjalan hingga era 1980-an melalui kerja sama dengan berbagai pabrik gula.
Namun, dinamika industri memaksa perusahaan beradaptasi. Sejak 1982, Tjiwi Kimia beralih sepenuhnya menggunakan pulp akibat menurunnya pasokan ampas tebu serta meningkatnya kapasitas produksi mesin yang tidak lagi sebanding dengan ketersediaan bahan baku limbah pertanian.
“Kalau bicara soal pengelolaan sampah, kami sudah memulainya sejak awal berdiri. Ini bagian dari DNA perusahaan dalam melihat limbah sebagai potensi ekonomi,” urai Beny.
Hingga kini, komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi sumber daya tetap menjadi fondasi utama PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dalam menjaga daya saing di pasar internasional, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media. (isa/kun)






