Judul Buku: Kicking Off Around The World – 55 Stories From When Football Met Politics
Penerbit: Pluto Press
Edisi: Paperback
Tebal: 336 halaman
Agenda Penerbitan: Juni 2024
Bahasa Inggris
Buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris dari buku berbahasa Katalunya, Futbolitica, karya Ramon Usall, seorang aktivis politik dan doktor bidang sejarah University of Lleida. Sebelum diterbitkan Pluto Press pada Juni 2024, buku ini sudah terbit di Katalunya pada 2017 dan Spanyol pada 2021.
Futbolitica adalah kombinasi kata futbol dan politica. Sepak bola dan politik. Kata ini mewakili kedekatan hubungan antara keduanya. Usall terinspirasi menulis buku ini untuk membuktikan bahwa sepak bola memiliki tafsir dan dampak politis yang jelas, kendati sejumlah orang menampiknya.
Dalam buku Kicking Off Around the World: 55 Stories From When Football Met Politics, Usall menampilkan 55 sejarah klub sepak bola, mulai dari Britania Raya, Amerika, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika. Semuanya terkait dengan politik. Bahkan klub-klub Liga Primer Inggris seperti Manchester City dan Tottenham Hotspurm selama ini tidak identik dengan urusan politik.
Buku ini ditulis untuk menentang pandangan khalayak ramai bahwa politik seharusnya berjarak dengan sepak bola. Di mata Usall, dan ditunjukkan di buku ini, sepak bola selalu menjadi fenomena politik. Suka atau tidak.
Menurut Usall, politik dalam sepak bola diperlihatkan melalui kejuaraan atau turnamen yang diselenggarakan berdasarkan batas kewilayahan negara. “Piala Dunia membuat negara-negara berkompetisi memperebutkan dominasi, dan klub-klub sepak bola sering dijadikan sarana untuk menunjukkan kekhasan agama, budaya, bahasa, dan bangsa,” katanya.
Bagi rezim negara non-demokratis, sepak bola adalah mesin ‘laundry’ kekuasaan yang membersihkan dosa-dosa politik mereka. Orang mengenalnya dengan sebutan sportwashing. Piala Dunia 2022 di Qatar mashyur menjadi contohnya.
Di level klub, kita mengenal Real Madrid di Spanyol yang dimanfaatkan rezim Jenderal Franco dan Benfica di Portugal yang dimanfaatkan rezim Salazar untuk menghadapi isolasi dunia internasional.
Sementara bagi kaum tertindas, sepak bola adalah alat perjuangan dan perlawanan. Jauh sebelum tim nasional Palestina diakui FIFA, klub bernama Al-Wehdat yang didirikan di sebuah kamp pengungsian di Jordania, sudah dianggap mewakili Palestina pada 1998. Sementara itu tim nasional Israel bertanding di Zona Eropa kendati secara geografis terletak di Asia.
Carles Vinas, penulis buku ‘St. Pauli: Another Football is Possible’, memuji Usall yang membawa pembaca lebih dekat dengan aspek sepak bola yang sering diabaikan dan diremehkan, aspek yang paling sosial, politis, dan advokasional. Padahal aspek ini sungguh-sungguh mengilhami klub-klub sepak bola dan menjaga mereka tetap berakar di komunitas masing-masing.
Sayang, untuk Asia, Usall luput memasukkan Indonesia: sebuah negara yang dikenal sangat politis dalam urusan sepak bola. Seharusnya ada sejarah perlawanan Persebaya Surabaya terhadap federasi termaktub dalam buku ini, sebagaimana David Goldblatt menuliskannya dalam The Age of Football. Sebuah perlawanan yang menunjukkan implikasi sepak bola terhadap politik dari sebuah kota terbesar kedua di Indonesia.
Konten
Introduction
1. Britain and Ireland: Manchester City F.C., Tottenham Hotspur F.C., Liverpool F.C., Forest Green Rovers, British Ladies’ Football Club, Celtic F.C., Star of the Sea Youth Club
2. France and Italy: Red Star F.C., S.C. de Bastia, Juventus F.C., Torino F.C., A.S. Roma, Inter Milan
3. Iberian Peninsular: Associação Académica de Coimbra, Atlético Madrid, Madrid F.C. (Real Madrid), Rayo Vallecano, F.C. Barcelona, C.E. Júpiter, Spanish Girl’s Club
4. Central Europe and Scandinavia: Berliner F.C. Dynamo, F.C. Union Berlin, S.C. Tasmania von 1900 Berlin e.V., St. Pauli, Polonia Warszawa, Ajax Amsterdam, Hakoah Vienna, Christiania S.C.
5. The Balkans: G.N.K Dinamo Zagreb, H.N.K Hajduk Split, F.K. Sloboda Tuzla, F.K Velež Mostar, Olympiacos Piraeus
6. Eastern Europe and the Caucasus: F.C. Olt Scornicești, F.C. Dynamo Kyiv, F.C. Shakhtar Donetsk, F.C. Karpaty Lviv, F.C. Stroitel Pripyat, Klub Oktyabrskoi Revolutsii (Lokomotiv Moscow), F.C. Akhmat Grozny, Qarabağ F.K.
7. The Middle East and Central Asia: Erbil Sports Club, Al-Wehdat Sports Club, Shaheen Asmayee F.C.
8. Africa: Racing Universitaire D’Alger, Club Atlético de Tetuán, JS Massira, Hafia F.C., The Passive Resisters Soccer Club
9. The Americas: New York Ramblers, Sport Club Corinthians Paulista, C.D. Cobresal, Colo-Colo, Mushuc Runa S.C., C.D. Euzkadi
Bibliography. [wir]






