Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) resmi meluncurkan sistem smart class berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini menjadi terobosan penting dalam efisiensi energi sekaligus memperkuat posisi kampus menuju konsep green campus.
“Smart class adalah langkah awal dari transformasi besar PPNS menuju kampus yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Ketua Tim Peneliti PPNS, Dr. Dewi Kurniasih, SKM., M.Kes., Jumat (3/10/2025).
Tim peneliti terdiri dari Dr. Dewi Kurniasih, SKM., M.Kes; Vivin Setiani, S.T., M.Eng; Dr. Yuning Widiarti, S.T., M.T; Ekky Nur Budiyanto, S.ST., M.T; Agus Khumaidi, S.ST., M.T; dan Mar’atus Sholihah, S.ST., M.Sc. Seluruhnya merupakan dosen dan peneliti di lingkungan PPNS yang berperan dalam merancang sistem berbasis IoT tersebut.
Sistem ini pertama kali diimplementasikan di tiga ruang percontohan, yaitu P101, P102, dan P103. Setiap ruangan dilengkapi dengan sensor gerak, jadwal otomatis, serta integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Akademik.
“Saat tidak ada aktivitas, semua perangkat akan mati otomatis. Ini mencegah pemborosan listrik akibat ruang kosong yang tetap menyala,” jelas Vivinz.
Direktur PPNS, Rachmad Tri Soelistijono, S.T., M.T., mengatakan peluncuran ini sejalan dengan komitmen institusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Data awal menunjukkan penghematan energi mencapai 40 persen di ruang kelas percontohan.
“Penghematan ini mendukung kriteria energi dan perubahan iklim dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Kami ingin PPNS menjadi kampus maritim berwawasan lingkungan yang nyata kontribusinya,” kata Rachmad.
Selain mengurangi emisi karbon, sistem ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut. Ke depan, PPNS berencana mengintegrasikan teknologi energi terbarukan hingga analitik pembelajaran berbasis data. “Kami percaya kampus masa depan harus beradaptasi dengan teknologi hijau. Smart class ini menjadi pondasi awal yang akan terus dikembangkan,” pungkas Vivin.[asg/kun]






