Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bergerak cepat memberikan bantuan psikologis dan trauma healing kepada para korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo. Pendampingan ini dilakukan oleh tim dari Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Unesa, Kamis (2/9/2025).
Kepala SMCC Unesa, Wiryo Nuryono menyatakan aksi kemanusiaan ini bertujuan meringankan beban psikologis warga terdampak, terutama anak-anak.
“Kejadian ini sangat berdampak pada kondisi psikologis korban dan keluarga. Ada semacam trauma yang muncul, itu yang kita dampingi untuk meminimalisir melalui pendekatan psikologi,” ujar Wiryo, yang juga Dosen Fakultas Psikologi (FPI) Unesa itu.
Untuk anak-anak, trauma healing diberikan melalui permainan sederhana, seperti menggambar, menggunakan stik berwarna, dan berbagai aktivitas menghibur yang sesuai keinginan mereka.
Sementara itu, orang dewasa diberikan pendampingan psikologis untuk membantu mereka memproses pengalaman traumatis. Tujuannya adalah menstabilkan kondisi emosional agar korban bisa segera kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kami menggunakan berbagai metode psikologi untuk mengubah cara ingatan traumatis disimpan dan dirasakan korban, sehingga mengurangi penderitaan emosionalnya,” tambah Wiryo.
Tim SMCC Unesa yang terdiri dari dosen, psikolog, dan mahasiswa ini dilepas oleh Wakil Rektor II Bachtiar Syaiful Bachri dan Direktur PPIS Mutimmatul Faidah di Lobi Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan pada pagi hari di tanggal yang sama. Pendampingan akan terus dilakukan hingga posko penanganan ditutup. [ipl/ted]






