Surabaya (beritajatim.com) – Alfamidi Class Competition 2025 resmi berakhir dengan catatan penting bagi dunia pendidikan vokasi. Dari 11 sekolah terpilih yang ikut serta, SMKN 1 Malang berhasil meraih juara pertama, menandai capaian baru bagi sinergi antara dunia pendidikan dengan industri ritel nasional.
Kompetisi yang memasuki tahun ketiga ini tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga cermin bagaimana industri dan pendidikan bisa saling melengkapi. Dari 50 sekolah mitra Alfamidi Class yang tersebar di berbagai wilayah, hanya 11 SMK terbaik yang dipilih melalui proses seleksi ketat.
Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih, menegaskan bahwa lomba ini bukan semata-mata kontestasi, melainkan sarana untuk menguji kompetensi siswa sekaligus mengukur kesiapan guru produktif dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri.
“Kompetisi ini bertujuan meningkatkan engagement SMK mitra, menguji kompetensi siswa dan guru, sekaligus menciptakan standarisasi teaching factory,” ujarnya.
Ruang ujinya pun nyata: bagaimana siswa mampu memahami teknis pekerjaan sebagai crew toko, menguasai company profile Alfamidi, hingga paham struktur karier di industri ritel. Penilaian juga menyentuh aspek paling mendasar dari ritel: ketersediaan barang, kebersihan toko, standar peralatan, hingga strategi penjualan dan repeat order.
Kemenangan SMKN 1 Malang disambut penuh syukur oleh Kepala Sekolah, Andri Kusdarmanto. Ia menyebut capaian ini sebagai buah dari kerja sama dan semangat kolektif.
“Kerja sama dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama. Kami bersyukur bisa membawa pulang juara, semoga bisa terus mempertahankan prestasi ini,” katanya.
Program Alfamidi Class sendiri lahir dari inisiatif corporate social responsibility (CSR) Alfamidi. Melalui teaching factory yang menyerupai toko ritel sesungguhnya, siswa diajak mengalami atmosfer kerja nyata. Bahkan, kesempatan istimewa terbuka lebar: sejak 2022 hingga 2025, tercatat 912 alumni SMK mitra Alfamidi Class resmi bekerja di jaringan Alfamidi.
Dalam catatan kompetisi, juara kedua tahun ini diraih SMKN 15 Jakarta, sementara posisi ketiga ditempati SMKN 1 Leuwiliang. Jika ditarik ke belakang, pada 2024, SMKN 2 Jakarta meraih juara utama, dan di tahun 2023, gelar juara pertama menjadi milik SMKN 1 Tangerang.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa kompetisi tidak sekadar melahirkan pemenang, melainkan ekosistem pembelajaran. Dunia ritel Indonesia yang semakin dinamis membutuhkan tenaga muda yang bukan hanya terampil, tetapi juga berdaya saing global.
Alfamidi pun optimistis, program ini akan terus melahirkan sumber daya manusia yang siap mendorong pertumbuhan bisnis ritel nasional. Karena pada akhirnya, pendidikan vokasi dan industri ritel menemukan titik temu: sama-sama bergerak untuk masa depan Indonesia yang lebih kompetitif. (fyi/kun)






