Pamekasan (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, berencana melakukan penjajakan dan kajian geografi yang dapat mendukung penelitian tanaman obat melalui studi etnobotani, dan berpotensi membuka program studi (prodi) baru di lingkungan Perguruan Tinggi yang mengusung konsep Asta Helix Heutagogi Taneyan Lanjhang.
Studi keilmuan yang mempelajari hubungan manusia dengan tumbuhan tersebut, dinilai cukup potensial untuk dikembangkan, sekaligus bakal menjadi pembeda dengan berbagai universitas lain khususnya di Madura.
Terlebih Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, juga juga komitmen mengkolaborasikan sains, teknologi dan agama dalam satu kesatuan yang utuh sebagai bentuk implementasi dari penguatan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara integratif.
“Selama ini kami sudah memperkenalkan konsep yang menggabungkan warisan budaya Madura, melalui visi pendidikan modern; Asta Helix Heutagogi Taneyan Lanjhang yang mengandung 8 (delapan) unsur pokok seperti arah mata angin,” kata Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, Rabu (1/10/2025).
Konsep tersebut dinilai selaras dengan Asta Cita yang menjadi cita-cita mulia Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Ini bukan kebetulan dan konsep ini bukan sekedar paparan akademik semata, tapi gagasan ini hadir sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi,” ungkapnya.
“Konsep Taneyan Lanjhang merupakan model pemukiman tradisional Madura, yang sarat akan makna dan menjadi titik tolak filosofis dan menjadi gambaran tentang struktur sosial, nilai dan kebersamaan, serta dapat menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya mencoba mendalami beragam produk kuat yang dinilai cukup potensial untuk dikembangkan, sekaligus diwujudkan melalui studi tertentu. “Kami ingin memiliki ciri khas dan menjadi pembeda yang memungkinkan terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat Madura,” sambung Saiful Hadi.
“Kami rasa ada potensi geografi tanaman potensial obat yang dapat kita jadikan sebagai gambaran dasar, seperti yang kita dapat melalui kerjasama internasional yang menawarkan beragam model pembelajaran obat herbal China, dan hal ini kami pikir bisa diadaptasi,” jelasnya.
Terlebih selama ini, terdapat beragam produk yang dapat dijadikan pembelajaran penting untuk menatap masa depan yang lebih baik. “Karena bagaimanapun, saat ini UIN Madura komitmen untuk mengintegrasikan nilai melalui slogan religius, kompetitif dan kolaborasi,” pungkasnya. [pin/but]






