Surabaya (beritajatim.com) – Dua dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Akhmad Alimudin dan Widi Sarinastiti berhasil mengembangkan prototipe aplikasi Exzam.id yang mampu mendeteksi kecurangan saat ujian online secara real-time.
Prototipe yang dikembangkan sejak 2024 ini telah diujicobakan kepada 30 siswa kelas XII SMKN 4 Surabaya pada Selasa (30/9/2025).
Pengembangan Exzam.id didasari kebutuhan akan solusi integritas dalam pelaksanaan ujian online, terutama menyusul peluncuran standar penilaian berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ujian online kini menjadi alternatif utama dalam seleksi akademik karena kemudahan waktu dan tempat pelaksanaannya.
Menurut Akhmad Alimudin, aplikasi ini bekerja melalui webcam yang terinstal di komputer peserta. Exzam.id tidak hanya memonitor pergerakan peserta ujian tetapi juga dapat mendeteksi saat peserta berusaha membuka peramban atau browser lain di luar halaman ujian.
“Ketika peserta ujian berusaha mencari jawaban melalui browser di luar halaman ujian, hal itu akan terdeteksi dan terekam,” jelas Alimudin, Rabu (1/10/2025).
Riset prototipe ini sudah berjalan selama satu setengah tahun dan saat ini mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 7, dengan dukungan pendanaan dari Dikti melalui program Matching Fund (MF) dan dilanjutkan oleh Kemendiktisaintek melalui Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe pada 2025.
Uji coba di SMKN 4 Surabaya melibatkan 30 siswa program Manajemen Pemasaran dengan materi soal TKA, yang ke depannya akan diimplementasikan secara luas. Para siswa memerlukan waktu 1 hingga 1,5 jam untuk menyelesaikan tes tersebut.
Alimudin menambahkan, timnya telah memberikan akses kepada total 382 siswa kelas XII SMKN 4 Surabaya untuk mencoba ujian online ini selama beberapa bulan ke depan. Harapannya, akses ini dapat dimanfaatkan siswa untuk belajar dan mengukur kemampuan diri, sehingga lebih siap menghadapi ujian di masa depan.
“Aplikasi ini bisa dicoba di mana pun dan kapan pun, jadi harapannya ke depan siswa bisa lebih siap menghadapi ujian,” tuturnya.
Sedangkan Farrel, salah satu peserta uji coba mengaku jika ujian cukup menantang. “Kami bisa belajar lebih lanjut dari fitur pembahasan yang ada di aplikasi ini. Intinya sangat seru karena bisa check skor ujian,” kesan Farrel.
Dalam kesempatan yang sama, PENS juga menghibahkan 30 buah webcam untuk mendukung proses pembelajaran di laboratorium komputer sekolah tersebut. Harapannya, ini dapat memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pengembangan Exzam.id, yang melibatkan dua mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia dan satu mahasiswa D3 Multimedia Broadcasting ini, akan terus dilanjutkan dengan menggandeng industri digital.
Rencana pengembangan ke depan meliputi penambahan fitur level soal ujian, peningkatan kapasitas opsi bank soal, dan berbagai alternatif soal agar aplikasi semakin siap digunakan publik luas. [ipl/ted]






