Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersiap memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun dapur umum baru. Penetapan lokasi telah dilakukan setelah visitasi Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu.
Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Pasuruan, Kokok Adi Prayogo, menyampaikan bahwa empat aset daerah dinilai memenuhi standar. Lokasi tersebut berada di Kelurahan Gratitunon, Desa Gayam, Kelurahan Gempeng, dan Desa Ngempit.
“Dari hasil visitasi, semua lahan yang diajukan memenuhi syarat teknis sesuai aturan Kemendagri. Karena itu disampaikan ke Satgas MBG yang diketuai Sekda,” jelas Kokok.
Syarat teknis yang dipenuhi antara lain luas lahan minimal 800–1.000 meter persegi dengan lebar depan 25 meter. Selain itu, akses jalan selebar 3 meter dan kedekatan lokasi dengan sekolah juga menjadi pertimbangan penting.
Kokok menambahkan, dapur umum akan dibangun langsung oleh Kementerian PUPR. Setelah selesai, pengelolaan akan dilakukan oleh 40 petugas yang terdiri dari kepala dapur, juru masak, hingga tenaga ahli gizi.
“Setiap dapur umum memiliki kapasitas melayani 3.000 anak sekolah dari TK hingga SMA. Ditambah lagi 1.000 penerima manfaat dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” terangnya.
Saat ini, program MBG baru berjalan di dua wilayah yaitu Tosari dan Pandaan. Namun capaian penerima manfaat masih jauh dari target awal yang ditentukan.
Di Tosari misalnya, targetnya mencapai 3.500 orang, namun baru sekitar 1.000 yang terlayani. Kondisi serupa juga terjadi di Pandaan dengan capaian penerima yang masih minim.
Menurut Kokok, pembangunan dapur umum baru di empat titik akan memperkuat jangkauan program MBG. Harapannya, kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan bisa terpenuhi lebih merata.
“Kami ingin program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Tapi juga berperan nyata dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. (ada/ian)






