Gresik (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menjalani Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tanpa bullying. Sambil mengenakan helm safety industri warna putih, mereka dengan semangat mengikuti kegiatan pengenalan kampus dari pagi hingga siang hari.
Tahun ini ada 464 mahasiswa baru UISI. Jumlah ini sedikit turun dibanding tahun lalu yang mencapai 470 mahasiswa. Rektor UISI Dr Eko Ananta Sidarta mengatakan, tahun ini pihaknya berkolaborasi dengan Politeknik Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) dalam kegiatan pengenalan kampus atau PKKMB.
“Penerimaan mahasiswa baru kali ini berbeda dibanding tahun lalu. Tahun 2025 menggandeng Politeknik AKSI yang menjadi bagian strategi digabung dengan UISI,” katanya, Senin (15/9/2025).
Penggabungan Politeknik itu lanjut dia, dilakukan secara bertahap karena prosesnya membutuhkan waktu. Baik itu akademik maupun non akademik. “Kedepan kami menargetkan mahasiswa yang kuliah di UISI tidak hanya menonjol dalam hal akademik. Tapi juga dibidang kompetensi,” ujarnya.
Ditanya alasan kegiatan PKKMB mahasiswa mengenakan helm safety industri. Dijelaskan Eko Ananta Sidarta, itu semua menunjukkan indentitas yang dibiasakan mulai dari kurikulum sebagai kampus industrial university.
“Kami ingin UISI menjadi kawah candradimukanya industrial university berbeda dengan kampus lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa program studi S1 jurusan ekonomi syariah UISI Jonata S.Firnando menuturkan, dirinya memilih kuliah di UISI karena secara akademik mendapat dukungan dari Semen Indonesia Group (SIG). “Di UISI saya menargetkan bisa menyelesaikan studi 4 tahun, sambil magang di anak perusahaan SIG,” pungkasnya. [dny/kun]






