Surabaya (beritajatim.com) – Masih tingginya angka kematian ibu hamil di Surabaya membuat Rotary International, bersama Waron Hospital, meluncurkan Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic di Surabaya.
Proyek ini adalah langkah kolaboratif untuk meningkatkan layanan kesehatan reproduksi perempuan, terutama di daerah terpencil. Acara peresmian yang berlangsung di Waron Hospital ini menandai komitmen para pihak dalam memberikan solusi nyata bagi masalah kesehatan ibu dan anak.
Dr. dr. Amang Surya Priyanto, Sp.OG, F-MAS, CEO Waron Hospital, menyatakan bahwa kolaborasi ini didasari niat untuk membantu masyarakat.
“Kami merasa Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, bisa memanfaatkan layanan ini untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Waron Hospital berkomitmen menyediakan tenaga medis profesional.
“Kami pernah membantu Rotary dengan dua program bayi tabung dan berhasil,” tambahnya, menunjukkan rekam jejak kolaborasi yang sukses.
Kekuatan Kolaborasi dan Jangkauan Luas
Inisiator proyek, Romy Junardy, menjelaskan bahwa tujuan utama klinik bergerak ini adalah membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa kerja besar ini tidak bisa dilakukan sendiri.
“Kami mengajak bergabung dengan dokter yang memang profesional,” kata Romy.
Ia juga mengungkapkan alasan memilih Waron Hospital. “Kami selalu mencari sesuatu yang baru. Kebersamaan Rotary di Indonesia dan di seluruh dunia memungkinkan kami untuk melakukan ini,” paparnya.
Klinik bergerak ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan komprehensif. Dr. Nikolas Dwi Susanto, M.Kes, Hospital Director Waron Hospital, menjelaskan bahwa klinik ini akan membantu menekan angka kematian ibu melahirkan.
“Salah satu upaya kami adalah deteksi dini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa klinik ini juga dilengkapi ruang konsultasi, ruang USG, pemeriksaan pap smear, dan bahkan bisa melakukan persalinan darurat.
“Harapannya, angka rujukan sudah jauh lebih baik karena deteksi kelainan sudah dilakukan sejak awal,” ujar Dr. Nikolas.
Layanan ini memungkinkan para dokter spesialis untuk memberikan dukungan di lingkungan terpencil, menjembatani kesenjangan akses kesehatan.
Peresmian ini dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk District Governor Rotary D3420 Dyah Anggraeni dan perwakilan sponsor internasional dari Distric Governor Rotary D3310, Shahul Hameed serta Rotary Club of Kuching Central, Pauline Pui.
Acara diawali dengan sesi prenatal yoga dan health talk yang menarik minat para ibu hamil dari masyarakat sekitar.[rea]







