Sampang (beritajatim.com) – Seorang balita dilaporkan meninggal akibat penyakit campak. Berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, balita tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta berupa gizi buruk. Ketika terpapar campak, kondisi kesehatannya semakin menurun drastis.
Ia sempat mendapatkan penanganan di RSUD dr. Mohammad Zyn, namun belum sempat dirujuk ke ICU dan meninggal dunia di ruang IGD.
“Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat,” ucap Kasi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular Dinkes Sampang, Mas Hafidz, Minggu (31/8/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes KB Sampang, Samsul Hidayat, memberikan saran bahwa vaksinasi MR merupakan cara paling efektif untuk menekan penyebaran campak.
“Kesadaran masyarakat mulai tumbuh saat ini setelah kasus meningkat, apalagi saat ini di Sampang sendiri sudah ada satu korban jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, campak sangat mudah menyebar terutama dengan faktor mobilitas penduduk dan cuaca yang tidak menentu. Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat tidak ragu menerima vaksin MR, terutama anak-anak usia sekolah yang menjadi sasaran utama imunisasi.
“Campak bisa dicegah. Jangan tunggu ada korban lagi di Sampang baru kita menyesal,” tandasnya.[sar]






